Sekaligus Pengukuhan Guru Besar
PONTIANAK - Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Muhammadiyah Kalimantan Barat mengelar upacara wisuda untuk 119 mahasiswanya yang terdiri dari 30 orang dari prodi diploma keperawatan, 85 orang dari prodi ners dan 4 orang dari prodi magister keperawatan.
Prosesi wisuda digelar di Qubu Resort, Jalan Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya pada Selasa (3/12). Dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Quran, wisuda berlangsung khidmat dengan dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI Kalimantan Barat, Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si, Pejabat Gubernur Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili Kepala Biro Kesra Provinsi Kalimantan Barat Ir. Mulyadi,M.Si, dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang diwakili oleh Fitri Harudiyati, Ph.D.
Rektor ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat, Ns. Haryanto, MSN, Ph.D menyampaikan selamat kepada wisudawan terbaik dari setiap program studi yang telah menyelesaikan masa studinya di ITEKES Muhammadiyah Kalbar.
Adapun wisudawan terbaik itu adalah Dea Nabila dengan IPK 3,88, Putri Haniza IPK 3,86 dan Agustiawati IPK 3,80 dari prodi diploma III keperawatan, Melin dengan IPK 4,00. M. Fitriyani IPK 3,98 Fadzrul Ansori IPK 3,98 dari prodi Nesr kelas A sedangkan untuk prodi nesr kelas B wisudawan terbaik diraih oleh Nur Maya dengan IPK 4,00, Ika Oktafiani Nadila IPK 3,98 dan Fhatul Reisa IPK 3,98 selanjutnya dari prodi magister keperawatan wisudawan terbaik diraih oleh Nurmila Sari dengan IPK 4,00, Mia Susilawati IPK 3,97 dan Andi Maulana dengan IPK 3,96.
“Selamat kepada yang terbaik dan juga selamat kepada seluruh wisudawan-wisudawati pencapaian dan kesuksesan yang anda capai pada saat ini adalah awal dari pengalaman anda nanti di dunia kerja,” kata Haryanto.
Sampai saat ini ITEKES Muhammadiyah Kalbar sudah mempunyai sebanyak 3.869 alumni yang tersebar dalam dan luar negeri. Haryanto berpesan kepada alumni yang baru saja diwisuda untuk menjaga nama baik institusi dan keluarga terus berkarya serta melanjutkan cita-cita perserikatan Muhammadiyah.
Pengukuhan Guru Besar
Pada prosesi wisuda ini juga digelar upacara pengukuhan guru besar kepada Prof. Suriadi, S.Kp.,MSN.,AWCS.,ph.D bidang keperawatan medical bedah Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat.
Prof. Suriadi telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi yang luar biasa dalam dunia pendidikan dan pengembangan ilmu keperawatan terutama pada bidang perawatan luka. Dengan pengukuhan ini, ia menjadi salah satu pionir dibidang keperawatan di Kalimantan barat yang menyandang gelar akademik tertingi.
Dalam pidato pengukuhanya, Suriadi membawakan orasi ilmiah bertajuk transformasi strategi perawatan luka pada pasien diabetes mellitus: sinergi riset dan praktik ia memaparkan hasil penelitian dan gagasanya.
Melihat diabetes mellitus yang menjadi masalah di Indonesia dan dunia Suriadi bertekat mendedikasikan diri untuk meneliti dan mencari solusi untuk menagani luka diabetic ini. Ia dan tim peneliti lainya akhirnya dapat mengklasifikasikan luka diabetic menjadi enam klasifikasi.
Pada kesempatan ini, dia juga memaparkan manfaat madu yang dihasilkan lebah di hutan Kalimantan dalam startegi menangani luka diabetic. Menurutnya madu yang dihasilkan lebah hutan Kalimantan sangat efektik dalam menyembuhkan luka diabetic.
“Yang sudah kita teliti produk madu yang merupakan salah satu unggulan dari Kalimantan Barat teryata sangat baik sangat efektif untuk menyembuhkan luka diabetic,” kata Suriadi dalam orasi ilmiahnya. (sap)
Editor : A'an