PONTIANAK - Kelezatan buah durian asal kampung Jemongko sudah diakui banyak penggemar durian. Bahkan, di Kota Pontianak sendiri sudah menjadi fenomena setiap petang.
Rata-rata 1000 buah yang datang setiap hari, ludes hanya kurang dari satu jam. Lapak Durian Jemongko yang terletak di Jalan Letkol Sugiono di seberang Jalan Purnama 1 selalu penuh dipadati masyarakat setiap petang saat musim durian.
Bahkan, kelewat penasarannya dengan kelezatan durian ini, puluhan orang rela antri sebelum buah tiba di lapak. Fantastisnya lagi, saat mobil pengangkut tiba, spontan mereka yang datang berebut untuk mendapatkan durian meski terpal penutup kendaraan belum terbuka sempurna.
Durian Jemongko pertama kali dipopulerkan oleh Sutarmidji, Gubernur Kalbar periode 2018-2023. Namun saat itu masih durian tersebut hanya diberi nama sesuai nama pemilik pohon. Sedangkan untuk pemberian nama 'Durian Jemongko' disematkan oleh Shando Safela, seorang jurnalis di Pontianak.
Nama Jemongko sendiri diambil dari nama kampung tempat durian tersebut dikumpulkan. Durian tersebut sebagian besar berasal dari Kampung Jemongko dan kampung-kampung sekitarnya seperti Kampung Saringkong, Kampung Cinta Beringin, dan kampung-kampung sepanjang Sungai Sekayam.
Sejak dipublikasikan di tahun 2020, nama Durian Jemongko semakin populer di Kalbar. Tokoh-tokoh seperti Dahlan Iskan, Harisson, Edi Kamtono, hingga Asiang kerap mampir di Lapak Durian Jemongko setiap musim durian tiba.
Durian Jemongko mempunyai rasa yang khas. Tekstur yang legit, rasa yang super manis, warna yang kekuningan, hingga bentuk seperti 'kucing tidur' pun menjadi identitas bagi Durian Jemongko. Tak heran jika setiap musim tiba, durian ini paling ditunggu oleh para penggemar durian. Bahkan, sebagian pedagang melabeli Durian Jemongko dan produk turunannya sebagai oleh-oleh khas Kalbar.
Di penghujung tahun 2024 ini, musim durian kembali tiba. Lapak Durian Jemongko kembali diserbu. Tak sedikit masyarakat yang datang bersama keluarga untuk menikmati Durian Jemongko. Kalian sendiri sudah cobain? (*/mif)
Editor : Miftahul Khair