PONTIANAK - Ruas jalan APBD Provinsi Kalimantan Barat, dari SP Medang-Nanga Mau-Tebidah-Serawai-Ambalau di Kabupaten Sintang rusak parah. Hal tersebut diterima Suyanto Tanjung, saat menerima pengaduan masyarakat yang melewati ruas jalan itu. Para supir pengangkut akses bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat, mengalami gangguan luar biasa.
"Kondisinya sudah rusak parah sekali. Pada musim penghujan menjadi tanah kuning, berlumpur dan terkadang menjadi kubangan bubur," kata dia kepada Pontianak Post, Kamis(12/12).
Menurut politisi Hanura Kalbar ini kondisi tersebut sudah dilaporkannya ke dinas teknis yakni PUPR Kalbar sebagai penanggungjawab atau pemilik anggaran. Namun jawaban diterimanya yakni belum urgensi atau prioritas. Sehingga tidak perlu dianggarkan terlebih dahulu. "Kecewa saya," katanya.
Dari video pendek dan foto-foto yang dikirimkan Ketua Hanura Kalbar ini, terlihat para sopir kendaraan roda empat pengangkut bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat kecewa, marah dan sedih. Sebab, mereka harus berjejer rapi antri di belakang karena pada spot tertentu terdapat lubang jalan dengan kerusakan sangat parah. Malahan menjadi kubangan besar seperti bubur. "Kalau dilewati, bakalan tenggelam dan tamat mobil kami," kata supir pengangkut bahan-bahan kebutuhan pokok di lokasi.
Tak hanya itu, ada juga kendaraan roda empat terpaksa terguling ketika melewati akses jalan rusak di ruas jalan SP Medang-Nanga Mau-Tebidah-Serawai-Ambalau. Kendaraan berupa truk tersebut harus terguling karena tak mampu menanjak dan melewati jalan tanah kuning yang basah seperti kubangan bubur. Akses pun terhambat karena kawan-kawan supir lainnya harus menyelamatkan kendaraan yang sedang tumbang tersebut.
Ada juga kendaraan roda empat lain yang harus ditarik dengan kendaraan roda seperti ambulan karena tidak bisa menanjak. Kendaraan tersebut terpaksa ditarik dengan tali dadakan, karena masuk dalam kubangan lumpur tanah kuning.
"Ini harusnya jadi perhatian pemerintah, khususnya dinas teknis. Tak akan pernah selesai dan mulus kalua kita (pemerintah Kalbar) tak memiliki niat untuk memuluskan jalan tersebut," pungkas dia.(den)
Editor : A'an