Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Guru di Pontianak Respon Baik RUU Perlindungan Segera Diterbitkan

A'an • Selasa, 17 Desember 2024 | 10:56 WIB
Ilustrasi: Guru sedang mengajar di kelas.
Ilustrasi: Guru sedang mengajar di kelas.

 

PONTIANAK - Para guru di Kota Pontianak menyambut baik terhadap penyerahan naskah akademik perlindungan guru dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) kepada Menteri Pendidikan belum lama ini. Bila draft tersebut dapat direalisasikan maka guru akan semakin terlindungi dalam bertugas.

Riki, guru di Pontianak berharap, naskah akademik perlindungan guru yang sudah diberikan pada Menteri Pendidikan dapat ditindaklanjuti. Bila naskah ini bisa direalisasikan ke dalam undang-undang maka tugas guru ketika belajar mengajar akan lebih terjamin karena memiliki kekuatan hukum kuat.

“Sebagai seorang guru kita juga perlu diberikan perlindungan terhadap profesi yang dijalankan, agar masyarakat dan orang tua juga tidak semena-mena terhadap profesi guru,” katanya kepada Pontianak Post, Senin (16/12).

Rentetan kejadian yang tidak berpihak pada guru, sampai kejadian belum lama ini, hingga guru dilaporkan dan di penjara betul-betul menyakiti hati semua pendidik di Indonesia. Dia pribadi merasa khawatir dengan kejadian yang tak berpihak pada guru.

Pasalnya, sebagai guru niatnya hanya satu. Mencerdaskan generasi bangsa. Tetapi nyatanya, niat baik untuk memberikan ilmu kepada murid justru disambut berbeda dengan orang tua murid.

Lebih dalam, kata dia, proses mengajar hanyalah mentransfer ilmu pengetahuan. Untuk mendapatkan itu di zaman sekarang gampang, murid bisa melalui google atau buku pembelajaran.

Tugas guru lainnya sebenarnya bagaimana mendidik murid, bagaimana seorang guru harus merubah perilaku murid yang biasanya ada yang tidak wajar seperti selalu berkata jelek hingga melakukan perbuatan dengan guru. “Inilah yang penting menanamkan pendidikan karakter bagi anak,” ujarnya.

Mirisnya lagi, sekarang ini banyak murid salah dalam penyampaian informasi kepada orang tua mereka sehingga menimbulkan miskomunikasi. Kenyataan di lapangan, bahkan tidak sedikit orang tua yang mengatur guru.

Kemudian jika murid berhasil orang tua akan berkata siapa dulu orang tuanya dan apabila murid gagal maka yang dikatakan siapa gurunya padahal murid lebih banyak berada di rumah dalam pengawasan orang tua hanya beberapa jam saja mereka berada di sekolah dalam pengawasan gurunya.

Kenapa negara Jepang bisa maju. Itu dikarenakan mereka lebih mengutamakan pendidikan karakter. Contohnya belum lama ini, pasca pertandingan sepak bola antara Indonesia melawan Jepan, suporter Jepang yang notabene anak-anak memberikan contoh tentang kebiasaan usai menonton. Mereka memunguti sampah-sampah di bangku stadion.

“Kebiasaan dan karakter baik ini mesti menjadi cermin kita. Bagaimana Japan maju, itu karena karakter mentalnya betul-betul dipupuk sedari mereka kecil. Ketika mereka besar dan mendapatkan tanggung jawab besar di segala bidang, maka karakter baik itulah yang menjadi dasar mereka untuk memimpin,” ungkapnya.

“Harapan kami dengan adanya UU perlindungan terhadap guru kami bisa lebih merdeka dalam arti bisa mengajar dan mendidik murid kami dengan rasa aman dan nyaman,” tandasnya.(iza)

Editor : A'an
#RUU Perlindungan Guru