Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Harisson Tinjau Warga Terdampak Banjir di Segedong

A'an • Jumat, 20 Desember 2024 | 10:48 WIB
TINJAU : Pj Gubernur Harisson saat meninjau jembatan roboh di di Desa Peniti Dalam II, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Jumat (20/12).
TINJAU : Pj Gubernur Harisson saat meninjau jembatan roboh di di Desa Peniti Dalam II, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Jumat (20/12).

Pemprov Siap Bantu Pembangunan Jembatan di Desa Peniti Dalam II

MEMPAWAH - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson bersama Pj Ketua TP-PKK Kalbar Windy Prihastari, dan didampingi Pj Bupati Mempawah Ismail meninjau lokasi banjir di Desa Peniti Dalam II, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Jumat (20/12) pagi. Selain melihat langsung kondisi warga terdampak banjir, Harisson sekaligus menyalurkan sejumlah bantuan.

Untuk sampai ke lokasi, dari Desa Peniti Besar, Pj Gubernur Harisson, dan rombongan harus menggunakan perahu motor. Harisson bersama Windy kemudian meninjau warga yang tengah mengungsi di Sekolah Dasar (SD) 08 Segedong. Di sana mereka berbincang dengan warga yang harus mengungsi akibat banjir tersebut. Harisson juga melihat langsung warga yang tengah menjalani proses pemeriksaan kesehatan oleh petugas. Itu dilakukan agar warga mendapatkan pelayanan yang tepat.

Di sana ia juga sempat meninjau jembatan yang roboh akibat banjir. Jembatan yang menghubungkan Desa Peniti Besar ke Desa Peniti Dalam II itu merupakan akses masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian, serta anak-anak ke sekolah. Sudah sejak sekitar satu bulan yang lalu jembatan tersebut roboh akibat diterjang banjir.

"Ini ada jembatan yang putus, ini menghubungkan Desa Peniti Besar dan Peniti Dalam II dimana anak-anak sekolah harus menyebrang jembatan itu, dan jembatan ini putus, sehingga mereka kesulitan untuk mengakses sekolah mereka. Nanti kami akan bantu dengan dana BTT (Belanja Tidak Terduga) dari Pemprov Kalbar. Saya minta Kadis PUPR, dan Bappeda untuk menanggulangi, supaya anak-anak yang dari Peniti Besar dan Peniti Dalam II ini bisa mudah mengakses sekolah, tidak kesulitan, kasian mereka," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Peniti Dalam II Agustono mengungkapkan, akibat banjir di wilayah mereka ada dua jembatan yang roboh. Pertama jembatan yang menghubungkan Desa Peniti Dalam II dan Desa Peniti Besar, tepatnya di Penepat Kiri, dan Jalan Baiturrahman. Lalu jembatan kedua yang roboh yang menghubungkan wilayah Kuala Gedung Intan ke Kelapa Tinggi. "Karena derasnya arus membawa sampah sehingga mengakibatkan dua jembatan itu roboh karena air besar, dan ada bakung-bakung yang lewat, jadi alternatif jalan penghubung ini roboh," ungkapnya.

Menurut Agustono, jembatan kayu tersebut selama ini menjadi akses penting bagi warga. Sangat dibutuhkan untuk akses sekolah anak-anak dari SD dan SMP, lalu juga para petani banyak yang menggunakan akses jalan tersebut. "Semenjak putus jembatan ini menghambat warga mereka mau tidak mau mutar jauh yang seharusnya dengan jembatan ini antar desa jaraknya hanya setengah kilometer, lalu mutar bisa sampai 14 hingga 16 kilometer," terangnya.

Ia berharap bantuan perbaikan dari Pemprov yang disampaikan Pj Gubernur bisa segera direalisasikan. Sehingga dapat mempermudah akses masyarakat setempa.

"Agar masyarakat semakin mudah, anak sekolah bisa pergi ke sekolah dengan jarak yang pendek. Harapan kami (dibangun) jembatan layang, biar sampah-sampah tidak menyangkut lagi," tutupnya.(bar)

Editor : A'an
#harisson #segedong #banjir