PONTIANAK - Pesisir Kalimantan Barat masih harus waspada terhadap banjir rob yang berpotensi terjadi pada 13 sampai dengan 18 Januari 2025.
Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan Indonesia, termasuk Kalimantan Barat, sedang menghadapi sejumlah fenomena cuaca yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banyaknya musim hujan pada pertengahan sampai akhir bulan Januari 2025. Hujan berpotensi berkurang ketika memasuki bulan Februari 2025.
Adanya fenomena Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) pada tanggal 07 Januari 2025 dan Bulan Purnama pada tanggal 13 Januari 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia, termasuk di Kalbar.
Reni, Prakirawan BMKG Kalbar- Stasiun Meterologi Kelas 1 Supadio mengatakan berdasarkan prakiraan angin 3000 kaki pada Selasa (6/1), angin di Kalbar secara umum bergerak dari arah Barat hingga Timur dengan kecapatan 9 knot.
"Pada esok hari (hari ini,red) kami perakiraan masih berpotensi hujan ringan hingga lebat terutama pada pagi, siang dan sore hari. Waspadai potensi hujan yang terjadi yang dapat disertai angin kencang atau kilat berdurasi singkat," ujarnya.
Potensi banjir pesisir yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
BMKG Kalbar imbau semua pihak tetap waspada, terutama menghadapi potensi hujan lebat dan banjir yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem.
BMKG juga mengingatkan pentingnya upaya mitigasi, seperti peringatan dini terkait cuaca ekstrem, serta penanggulangan banjir dan tanah longsor, terutama di daerah-daerah dengan potensi tinggi. (mrd)
Editor : A'an