Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pj Gubernur Ikut Rakor Pengendalian Inflasi Mingguan, Pusat Minta Daerah Tetap Jaga Stabilitas Harga

A'an • Selasa, 14 Januari 2025 | 10:00 WIB

 

 

RAKOR: Harisson bersama kepala perangkat daerah terkait mengikuti rakor pengendalian inflasi secara daring dari Ruang Analisis Data, Kantor Gubernur, Senin (13/1).
RAKOR: Harisson bersama kepala perangkat daerah terkait mengikuti rakor pengendalian inflasi secara daring dari Ruang Analisis Data, Kantor Gubernur, Senin (13/1).

PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat rutin mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kemarin, Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Harisson menghadiri rakor tersebut secara daring, yang dipimpin oleh Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir, Senin (13/1). 

Dalam kesempatan itu, Tomsi Tohir menyampaikan hasil koordinasi selama satu tahun di 2024 lalu, bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota terkait pengendalian inflasi. Yang mana angka inflasi ditutup dengan 1,57 persen. 

“Ini merupakan angka terbaik yang pernah kita capai selama Indonesia merdeka. Tentunya ini berkat kerjasama kita. Saya ucapkan terima kasih kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah,” ungkapnya. 

Tomsi menerangkan bahwa pada Desember 2024, secara bulanan Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,44 persen. Lalu sepanjang tahun 2024 terjadi inflasi sebesar 1,57 persen. Dengan komponen inti sebesar 0,11 persen, serta komponen bergejolak memberikan andil sebesar 0,02 persen.

“Komponen inti pada Desember (2024) mengalami inflasi sebesar 0,17 persen, yang dalam satu tahun ini komponen inti mengalami inflasi sebesar 2,26 persen (y-to-d/y-on-y Desember 2024). Sedangkan untuk satu tahun ini komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,56persen (y-to-d/y-on-y Desember 2024), komponen bergejolak pada Desember mengalami inflasi sebesar 2,04 persen,” paparnya. 

Selain itu, Tomsi membeberkan komoditas yang sering menyebabkan inflasi dari bulan Januari-Desember 2024 yakni emas perhiasan, sigaret kretek mesin, kopi bubuk, bawang merah, daging ayam ras, dan ikan segar. 

“Sedangkan komoditas yang sering memberikan deflasi bulanan (Januari-Desember 2024) antara lain cabai merah, tomat, cabai rawit, telur ayam ras, tarif angkutan udara, dan daging ayam ras,” tutupnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Kalbar Harisson mengungkapkan, keberhasilan pengendalian inflasi tidak terlepas dari berbagai kebijakan, dan program yang telah dilakukan. Namun, tantangan ke depan masih cukup besar, terutama dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah. 

Baca Juga: Waspada Penyakit Kanker

“Pemprov Kalbar akan terus melakukan evaluasi, dan perbaikan secara berkala untuk memastikan keberlanjutan program pengendalian inflasi,” pungkasnya. (bar/r)

Editor : A'an
#rakor #pemprov kalbar #kemendagri