PONTIANAK POST - Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin minta PDAM Tirta Khatulistiwa juga dapat menempatkan hydrant di lokasi pemukiman padat penduduk. Sebab lokasi pemukiman padat penduduk juga rawan kebakaran sehingga keberadaan hydrant dibutuhkan.
“Inovasi PDAM untuk menempatkan hydrant di lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan ini bagus. Sebab ketika kejadian kebakaran hutan dan lahan, teman-teman damkar kesulitan untuk mengakses air. Jika ada hydrant ditempatkan di sana, mereka lebih mudah untuk mendapatkan pasokan air,” ujar Satarudin, Senin (13/1).
Selain pemasangan hydrant di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan, Satarudin juga mendorong agar pemasangan hydrant juga dilakukan di lokasi dengan pemukiman sempit dan ramai penduduk.
Berkaca pada kejadian kebakaran bangunan di wilayah padat penduduk dengan bangunan yang berhimpit, kondisinya teman-teman petugas damkar agak sulit untuk mendapatkan pasokan air. Kalaupun ada pasokan air tersebut didapat dari parit-parit yang cukup jauh dari lokasi kejadian kebakaran bangunan.
Oleh sebab itu, penting keberadaan hydrant di sana. Tujuannya untuk memudahkan teman-teman damkar ketika memadamkan kebakaran bangunan. Apabila pasokan air tersedia, petugas juga lebih cepat dalam melakukan pemadaman api, sehingga itu dapat memperkecil terjadinya kebakaran lebih luas.
Pemetaan wilayah rawan kebakaran bangunan sebetulnya bisa dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Pastinya, mereka memiliki data wilayah kejadian kebakaran bangunan.
Itu bisa dilihat selama tiga tahun ke belakang. Daerah mana saja mendominasi kejadian kebakaran bangunan. Apabila kejadiannya di wilayah padat pemukiman, artinya tindak lanjut pemasangan hydrant memang mesti dilakukan oleh PDAM.
Tak hanya itu saja, menurutnya rusun juga mesti memiliki hydrant, sebab ketika terjadi kebakaran di hunian dengan bentuk vertikal pasokan air mesti tersedia dengan cepat. Tujuannya juga sama, agar kobaran api tidak cepat meluas ke bangunan lain.
“Saya pikir, penanganan kebakaran baik itu hutan dan lahan ataupun bangunan rumah dan gedung mesti menjadi konsentrasi kita. Sebab kita tak tahu musibah bisa datang kapan saja. Makanya kita perlu ada mitigasi bencana,” katanyat.
Ia menambahkan, seperti kejadian kebakaran besar di Los Angeles, ini kejadiannya di negara maju, dalam mitigasi bencana mereka lebih maju, tetapi kenyataan api bisa melahap wilayah itu dengan luas.
“Makanya mitigasi bencana kebakaran ini menjadi penting dan harus,” tekannya.(iza)
Editor : A'an