PONTIANAK POST - Sebuah truk bernomor polisi KB 9917 GI mengalami kecelakaan tunggal dan terjun bebas ke jurang sedalam 15 meter di Jalan Trans Kalimantan KM 71, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Sabtu, (18/1) sekitar pukul 15.00 WIB. Insiden tragis ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu penumpang lainnya mengalami luka serius dan kini mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menyampaikan kecelakaan tersebut terjadi saat truk melaju dari arah Sanggau menuju Pontianak. Ketika melintasi tikungan menurun, kendaraan tiba-tiba melebar ke bahu kanan jalan, kehilangan kendali, dan akhirnya jatuh ke jurang.
"Dari hasil olah TKP, diketahui truk tersebut melaju dari arah Sanggau menuju Pontianak. Saat melintasi tikungan menurun di Jalan Trans Kalimantan KM 71, kendaraan tiba-tiba melebar ke bahu kanan jalan, hilang kendali, dan terjun ke jurang," kata Ade, pada Minggu (19/1) di Sungai Raya.
Ade menambahkan, dari keterangan saksi di lokasi memperkuat dugaan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan pengemudi yang tidak mampu mengendalikan kendaraan di medan yang sulit.
"Saksi di lokasi mengatakan truk tersebut sempat oleng sebelum masuk ke jurang. Saksi juga mendengar suara benturan keras ketika truk jatuh. Truk itu diketahui mengangkut dua penumpang," jelasnya.
Kecelakaan ini merenggut nyawa Hairani (45), sopir truk, dan Ani Cahyono (43), yang keduanya merupakan warga Pontianak. Sementara itu, penumpang lainnya, Tepa (42), berhasil selamat meski mengalami luka serius. Tepa segera dievakuasi oleh warga dan petugas kepolisian ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
"Dari hasil penyelidikan sementara, kecelakaan ini diduga terjadi karena pengemudi gagal mengendalikan kendaraannya saat melintasi jalan yang menurun serta menikung," jelas Ade.
Ia juga menyoroti kondisi jalan di lokasi kejadian yang rawan kecelakaan, terutama di bagian turunan yang menikung.
"Kondisi jalan di sini memang rawan, terutama di turunan tikungan seperti ini. Kami imbau para pengendara lebih berhati-hati, khususnya saat cuaca buruk," tegasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat serius bagi para pengguna jalan agar senantiasa waspada dan mematuhi aturan lalu lintas, terutama saat melintasi jalur yang dikenal berbahaya seperti Jalan Trans Kalimantan KM 71. Pihak kepolisian mengimbau pengendara untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan panjang, terutama di kawasan yang memiliki medan menantang.
"Keselamatan adalah prioritas. Jangan sampai kelalaian atau kurangnya persiapan menyebabkan tragedi yang seharusnya bisa dihindari," pungkas Ade. (ash)
Editor : A'an