PONTIANAK POST - Kepala Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Barat Rudy M. Harahap mengatakan pihaknya melakukan pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya, pengawalan terhadap dapur MBG, mulai dari proses masak hingga pendistribusian.
Tak hanya itu, ia juga mengarahkan kepada tim dari BPKP melakukan monitoring limbah makanan yang dihasilkan pada saat pelaksanaan program MBG berlangsung. Apabila terdapat kendala, baik dalam penyiapan maupun pelaksanaan nantinya, ia mengimbau mitra langsung mengonsultasikan kepada para pemangku kepentingan.
“BPKP akan terus melakukan pemantauan agar program dapat berjalan dengan baik,” katanya, Senin (20/1).
Seperti diketahui, program MBG di Kalimantan Barat resmi diluncurkan oleh Pj. Gubernur Kalimantan Barat Harisson, Senin (20/1). Dalam momen ini Rudy M. Harahap turut mendampingi Gubernur meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SDN 29 dan SMPN 9 Pontianak Kota.
Rudy menekankan, makanan yang didistribusikan ke sekolah-sekolah harus dipastikan dalam keadaan segar dan tidak basi. "Saat pendistribusian, jangan sampai terlalu lama dari waktu makan siswa, karena makanan bisa berisiko basi akibat terlalu lama pengiriman," ungkapnya.
Kalimantan Barat saat ini ada sekitar 1.100.032 siswa dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga SMA/SMK, belum termasuk yang di pesantren-pesantren. Dengan potensi yang besar, maka keberadaan limbah juga menjadi persoalan.
Rudy menghimbau, mitra MBG memperhatikan limbah makanan karena jumlah makanan yang disajikan tidak sedikit. "Limbah bisa kita manfaatkan untuk pakan ternak atau bisa diolah menjadi makanan maggot. Untuk mengurangi tumpukan sampah dan bernilai tambah," tuturnya.
Di sisi lain, Rudy juga menyarankan edukasi kepada siswa agar menghabiskan makanan sampai habis dan bersih sehingga tidak mubazir. (sti)
Editor : A'an