PONTIANAK POST - Anggota DPR RI dapil Kalimantan Barat I, sekaligus Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) Syarif Abdullah Alkadrie, melakukan kunjungan kerja ke kantor Pelindo, Rabu (22/1). Agenda kegiatannya ini adalah mendengarkan progres dari gambaran pelaksanaan kegiatan relokasi infrastruktur jalan Pelabuhan Internasional Kijing , Mempawah, Kalimantan Barat, yang jadi relokasi pembangunan Sungai Duri-Mempawah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri kepala tugas pelaksana balai BPJN Kalimantan Barat beserta Petugas Pelaksana Perusahaan PT Pelindo.
Politisi NasDem Kalbar ini mendengarkan langsung target realisasi dan akses jalan, yang sudah mencapai 50 persen. Ditargetkan November 2025 bisa beroperasi penuh. "Saya melihat progres relokasi jalan Pelabuhan Internasional, Kijing, Mempawah, Kalbar. Mudah-mudahan pada bulan November 2025, sudah bisa selesai," ucap Syarif saat memberikan kata sambutan.
Ketua DPW NasDem Kalbar ini berharap terbangunnya jalan tersebut, tentu berpotensi mengurai kemacetan yang kerap terjadi, ketika masyarakat melintasi jalur tersebut. Saat musim penghujan mendera, seringkali kendaraan roda empat (mobil-mobil) berjejer menunggu antrian berjalan.
"Harapan kita, ketika Pelabuhan Internasional, Kijing, Mempawah beroperasi normal dan efektif, tentunya dapat mengurangi kemacetan," ujarnya.
Karena relokasi jalan belum selesai, Syarif optimis melihat langsung progres perkembangannya dan paparan presentasinya dari pihak terkait, tentu akan terlaksana sesuai jadwalnya. "Saya optimis, jalan sepanjang 5,6 kilometer yang telah berjalan dan sedang dalam tahap pekerjaan, dapat mengurai kemacetan nantinya," kata dia.
Sementara, petugas pelaksana kegiatan dari PT Pelindo menjelaskan terperinci tentang progres pelaksanaan kegiatan pembangunan kegiatan relokasi infrastruktur jalan Pelabuhan Internasional Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat sesuai target yang direncanakan.
"Harapan kami, pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencananya pada bulan November 2025 mendatang. Tentu berdampak mengurai kemacetan," pungkasnya.(den)
Editor : A'an