PONTIANAK POST - Tingginya curah hujan yang turun beberapa hari terakhir mengakibatkan debit air sungai di sejumlah daerah naik dan merendam pemukiman warga. Salah satunya di Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, banjir di di Kabupaten Landak setidaknya merendam dua kecamatan. Setidaknya ada 2.524 KK (Kepala Keluarga) atau 11.776 jiwa terdampak.
Banjir terparah terjadi di Desa Darit, Kecamatan Menyuke, dengan ketinggian air mencapai 3-4 meter. Bencana banjir di wilayah itu sudah terjadi sejak 21 Januari 2025.
Akibat banjir yang merendam wilayah tersebut, tidak sedikit warga yang terpaksa harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Hendra, salah seorang warga Desa Darit menuturkan bahwa banyak rumah panggung setinggi pinggang orang dewasa juga sudah terendam banjir yang tak kunjung surut hingga saat ini.
“Banyak rumah sekarang ini masih kebanjiran. Padahal bentuk rumahnya itu rumah panggung yang tingginya setinggi pinggang orang dewasa. Beberapa rumah juga saking kuatnya arus air sampai hanyut,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Desa Darit sudah mengalami banjir sebanyak dua kali sepanjang Januari 2025. Banjir besar dimulai 15 Januari lalu.
“Di sini sudah dua kali banjir di Januari. Awalnya itu tanggal 15. Cuma pada saat itu tidak separah sekarang. Ini memang yang paling parah selama saya tinggal di sini,” ujarnya.
Hujan deras tanpa henti menyebabkan banjir tak kunjung surut. Malah justru bertambah tinggi sehingga masyarakat harus mengungsi tatkala air sudah masuk ke rumah. Bahkan ada rumah yang hampir tenggelam.
Saat ini, masyarakat Desa Darit dan seluruh Kabupaten Landak memerlukan uluran tangan dari pemerintah setempat. Warga juga mengharapkan adanya bantuan berupa bahan pangan dan obat-obatan, serta relawan untuk mendirikan dapur umum dan mendistribusikan bantuan ke rumah-rumah yang terisolasi.
Masyarakat mengharapkan adanya perahu karet yang juga dapat membantu mengevakuasi sejumlah warga yang masih harus berjibaku dengan derasnya arus di rumah mereka yang sudah tenggelam.
Analis Kebijakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, Paulus Juwell mengatakan banjir yang terjadi saat ini merupakan terbesar selama 30 tahun terakhir. Banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi selama beberapa hari terakhir.
Meskipun tidak ada korban jiwa, banjir tersebut menyebabkan kerugian material seperti sepeda motor, mobil, serta material lainnya yang terjebak dan mengalami kerusakan. Fasilitas umum seperti sekolah juga terdampak banjir. Paulus Jowell mengimbau kepada warga yang terdampak banjir untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Menanggapi situasi tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harisson menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan turun langsung memberikan bantuan.
“Pemerintah Provinsi Kalbar tetap tidak akan tinggal diam. Besok saya rencannya akan ke Landak, Darit untuk meninjau dan memberikan bantuan,” ungkapnya, Kamis (23/1/25).
Harisson juga meminta pemerintah kabupaten kota untuk bekerja sama dengan pemerintah provinsi agar penanganan banjir dapat dilakukan secara maksimal.
“Saya berharap kepada pemerintah kabupaten kota untuk bisa benar-benar kerja sama dengan pemerintah provinsi sehingga kami bisa turun memberikan bantuan,” pungkansya.
Saat ini tim evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, anggota Koramil 05 Menyuke dan anggota Polsek Menyuke bersama warga setempat telah bergerak untuk membantu warga terdampak. Mereka telah mengevakuasi puluhan warga ke tempat-tempat yang lebih aman.
Akses Jalan Putus
Banjir yang merendam dua desa di Kecamatan Menyuke menyebabkan akses jalan provinsi menuju simpang tiga arah Kabupaten Bengkayang putus. Banjir terparah merendam ruas jalan tepat di perbatasan Desa Mamek dan Desa Bagak, dengan ketinggian air mencapai lebih dari 1,5 meter. Akibatnya, baik kendaraan roda dua maupun roda empat ke atas tidak dapat melintas menuju Desa Darit.
Bahkan petugas kepolisian dari Polres Landak yang menggunakan kendaraan roda dua dan truk untuk mengangkut sampan juga tidak dapat melintas dan terpaksa memutar melalui jalur Pahuman melewati Desa Gombang.
Tidak hanya di satu lokasi, ketinggian air yang terus naik mengakibatkan tiga lokasi lainnya juga turut terendam, termasuk di Dusun Jabeng. Salah serorang warga Desa Bagak, Rodi mengatakan banjir terpantau mulai naik dan merendam badan jalan sejak pukul enam pagi.
“Ini banjir terparah. Sebelumnya daerah ini biasanya tidak terendam banjir. Terakhir terjadi di tahun 2008 lalu yang parah,” tuturnya.
Dikatakannya jarak dari Desa Bagak menuju Desa Darit sekitar 12 kilometer, sehingga warga maupun petugas yang hendak menuju darit tidak dapat melintas.
“Kalau di Pasar Darit saya yakin sudah dua meter lebih,” imbuhnya.
Tidak hanya merendam ruas jalan, banjir juga mulai merendam permukiman, lahan pertanian, termasuk kolam-kolam ikan milik warga.
Menurutnya banjir mulai terjadi di kawasan Pasar Darit sejak dua hari lalu dan semakin parah seiring kondisi hujan deras dalam dua hari terakhir.
Untuk menuju Desa Darit, diprediksi akses dari Desa Paloan, Pasar Pahauman tepatnya jalur sebelah kantor Bank BRI menuju Desa Gombang menjadi salah satu alternatif yang bisa dilalui. Akibat banjir ini, selain akses jalan yang terputus, arus listrik di Desa Darit juga dilaporkan dilakukan pemadaman.
Saat ini banjir juga terjadi di beberapa wilayah lain di Kabupaten Landak. Di samping di Kecamatan Menyuke yang paling parah, banjir juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Mempawah Hulu, Menjalin, Banyuke Hulu, Meranti serta Kecamatan Mandor. (arf)
Editor : A'an