Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Banjir Rendam Kota Ngabang, Ketinggian Air Capai Dua Meter

A'an • Minggu, 26 Januari 2025 | 10:15 WIB

 

KEBANJIRAN: Kondisi banjir yang merendam wilayah pemukiman di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak. Foto kanan, pemda mendirikan posko pengungsian dan dapur umum untuk warga terdampak banjir.
KEBANJIRAN: Kondisi banjir yang merendam wilayah pemukiman di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak. Foto kanan, pemda mendirikan posko pengungsian dan dapur umum untuk warga terdampak banjir.

PONTIANAK POST - Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Landak membawa derita bagi warga terdampak. Sedikitnya 8.846 jiwa atau sekitar 2.295 kepala keluarga (KK) di 26 desa di Kabupaten Landak kehilangan harta bendanya. Kini banjir tidak hanya merendam daerah-daerah rawan, tetapi telah masuk ke pemukiman warga di Kecamatan Ngabang.

Karya Sabat Nika misalnya. Warga yang bermukim di pesisir Sungai Landak, RT 003/002, Dusun Hilir Tengah, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang itu harus menanggung kerugian materi akibat banjir. Sepeda motor, barang elektronik, seperti TV, sound system, dan perkakas serta perabotan rumahnya rusak.

Menurut Karya, banjir begitu cepat merendam rumahnya. Ia mengatakan, debit air mulai naik sejak Kamis, 23 Januari 2025. Kemudian, di malam harinya air sudah merendam sebagai rumahnya. “Sekarang ketinggian air mencapai dua  meter,” kata Karya dihubungi Pontianak Post, Sabtu (25/01).

“Air cepat sekali naiknya. Kami dan beberapa warga lain, tidak sempat mengemas barang sehingga harus mengalami kerugian materi,” katanya. Setidaknya ada 53 kepala keluarga yang terdampak di sekitar tempat tinggalnya.

Ia menyadari, tempat tinggalnya yang berada di bantaran Sungai Landak menjadi langganan banjir saban tahunnya. Namun demikian, ia selalu dapat mengantisipasi. Namun tidak dengan banjir kali ini.

“Ini yang terparah. Karena tahun lalu, sebelum Natal 2024, sempat juga banjir, tetapi tidak separah ini. Kalau biasanya kami bisa mengantisipasi dengan mengemas barang-barang terlebih dahulu. Tapi tidak kali ini,” bebernya.

Banjir akibat luapan sungai itu tidak hanya merendam pemukiman warga di bantaran sungai, tetapi juga merendam kawasan pasar, serta badan jalan sehingga menyebabkan aktivitas warga lumpuh.

Tidak sedikit warga yang terdiri dari wanita, anak-anak, dan lansia harus meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Salah satunya di Kantor Camat Ngabang.

Pj Bupati Landak Gutmen Nainggolan mengatakan, setidaknya ada 60-an warga yang harus mengungsi di Kantor Camat Ngabang dan posko mandiri masyarakat. Gutmen meminta warga yang terdampak banjir untuk segera mengungsi, agar bisa mendapat pelayanan di posko pengungsian, baik konsumsi maupun layanan kesehatan.

Pemda Landak bersama pihak terkait telah menyiapkan logistik untuk membantu korban terdampak banjir, terutama logistik untuk keperluan di dapur umum, termasuk kesiapan petugas evakuasi dan layanan Kesehatan.

Tinjau Lokasi Banjir

Pj Bupati Landak Gutmen Nainggolan mendampingi Staf Ahli Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia (SDM) Gubernur Kalimantan Barat Alexander Rombonang melakukan peninjauan langsung sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban terdampak banjir di wilayah Kecamatan Menyuke, Jumat (24/01).

“Kami sudah meninjau langsung dan memonitor banjir. Lalu yang pasti dan terutama adalah kita memastikan dulu semua warga kita yang terdampak banjir itu selamat dan aman,” ujar Gutmen.

Menurutnya, Pemkab Landak melalui dinas-dinas terkait sudah membangun posko-posko atau dapur umum untuk warga yang terdampak banjir untuk bisa dievakuasi.

“Namun apabila warga tetap tinggal di rumahnya kami mengimbau agar terus berhati-hati dan tetap mawas diri,” ujarnya.

Gutmen menerangkan, kebutuhan logistik yang diperlukan untuk bertahan hidup sudah dipersiapkan termasuk juga obat-obatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar dan Dinas Kesehatan Kabupaten Landak.

Di tempat yang sama, Staf Ahli Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia (SDM) Gubernur Kalbar Alexander Rombonang mengatakan, yang paling penting adalah melakukan evakuasi masyarakat yang terdampak karena masih cukup banyak masyarakat yang enggan dievakuasi.

“Padahal kalau mereka mau, kita bisa menangani mungkin dengan lebih baik di posko karena ada makanan dan sebagainya, serta kalau sakit bisa diobati. Kita juga memberikan bantuan bahan makanan cukup banyak untuk sementara ini. Semoga bisa sedikit meringankan beban dari warga kita,” ujarnya.

Alexander menyampaikan atas nama Pemprov Kalbar turut merasakan kesulitan masyarakat yang terdampak banjir. Ia berharap banjir ini bisa segera surut.

“Masyarakat terdampak untuk di kawasan ini lebih kurang di delapan kecamatan dan yang terparah di Desa Darit. Ini kondisi sudah mulai surut. Semoga tidak terlalu lama ini bisa selesai dan tentu saja setelah ini tugas kita adalah penanganan pasca-banjir. Pasti akan banyak muncul berbagai penyakit. Mungkin akan ada kerusakan dan sebagainya. Nanti akan kita koordinasikan bersama untuk menangani secara bersama,” terang Alexander.

Ia juga mengajak semua elemen masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam memberikan bantuan berupa makanan, pakaian, dan lain sebagainya. “Bahan makanan boleh, pakaian boleh. Pada saat ini yang diperlukan adalah air minum. Kemudian kebutuhan untuk anak anak dan lain sebagainya,” sebut dia.

 

Distribusi Logistik dan Perahu

Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Organisasi Kepecintaalaman dan Sosial (JOKS), mengirimkan bantuan logistik dan perahu karet ke lokasi banjir untuk membantu meringankan beban para korban. Koordinator JOKS Dede Purwansyah mengatakan, gerakan moral ini lahir dari inisiatif organisasi kepecintaalaman dan sosial.

“Kita tergerak untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” katanya di Pontianak, Sabtu (25/1).

Relawan di lingkup JOKS adalah para atlet dan pegiat Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalbar, mahasiswa pecinta alam, kepolisian (Brimob), dan jurnalis.

Mereka akan membangun dapur umum di sejumlah titik bencana. Selain itu, JOKS juga mengerahkan perahu karet untuk mendukung aksesibilitas ke titik banjir terparah.

Ada enam perahu karet sudah dikerahkan ke lokasi banjir. Dua perahu karet dari FAJI Bengkayang dipusatkan di Sanggau Ledo, dua perahu karet dari FAJI Sintang dan satu perahu karet dari FAJI Landak ditempatkan di Darit bersama BPBD Landak. Sedangkan satu perahu karet dari FAJI Kalbar sudah dikirim ke Darit.

“Relawan kita sudah bergerak ke Darit sekaligus membawa bantuan ke titik target. Selain Darit, para relawan akan ke Ledo, Menjalin, serta daerah terdampak lainnya,” kata Dede.

JOKS terus menggalang bantuan dari warga melalui rekening BPD Kalbar Nomor 1021418389 atas nama Dede Purwansyah.

Bagi warga yang ingin menyalurkan bantuan dalam bentuk barang dapat menghubungi posko relawan banjir di Sekretariat FAJI Kalbar (Gedung PMI Lama) Jalan KH Ahmad Dahlan (samping Gang Jeruk) Pontianak. Bantuan bisa dalam bentuk apa saja. Mulai dari uang, beras, mi instan, ikan kaleng, popok bayi, selimut, obat-obatan, dan sebagainya. Bantuan akan dikirim ke lokasi terdampak banjir seperti Kabupaten Landak, Bengkayang, Sambas, Singkawang, dan Kabupaten Mempawah. (arf)

Editor : A'an
#landak #banjir