Kurun waktu dua tahun terakhir RSUD Soedarso Kalbar merawat sekitar 5.000 pasien kanker. Jumlah tersebut mengalami peningkatan seiring dengan gencarnya upaya deteksi dini yang dilakukan oleh berbagai pihak.
IDIL AQSA AKBARY, Pontianak
HAL itu diungkapkan Direktur RSUD Soedarso Hary Agung Tjhayadi dalam rangkaian peringatan Hari Kanker Sedunia, Senin (3/2). Harry mengatakan peningkatan pasien kanker yang dirawat di RSUD Soedarso sejalan dengan upaya deteksi dini, dan diagnosa yang semakin membaik. Apalagi rumah sakit kebanggan masyarakat Kalbar itu kini telah memiliki beberapa unit layanan kanker anak-anak, maupun dewasa.
"Di RSUD Soedarso juga sudah berjalan layanan radioterapi untuk melengkapi upaya-upaya terapi yang kolaboratif mulai dari kemoterapi hingga radioterapi," ungkapnya.
Hary memastikan Pemerintah Provinsi Kalbar akan terus berupaya secara maksimal, memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Di antaranya dengan melakukan pengembangan sejumlah pelayanan kesehatan di RS tersebut. Upaya-upaya itu menurutnya telah mulai dirasakan langsung oleh masyarakat Kalbar. Termasuk dengan pelayanan unit radioterapi yang kini sudah dimanfaatkan oleh para pasien.
"Saya kira ini sudah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, unit radioterapi sekarang sudah sekitar 115 pasien ditangani dengan radioterapi, dan masih ada 150 pasien lagi yang sudah mengantre," jelasnya.
Pada momentum peringatan Hari Kanker Sedunia, Pemprov Kalbar juga rutin memberikan perhatian kepada pasien-pasien kanker yang tengah menjalani perawatan di RSUD Soedarso.
Penjabat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalbar yang juga Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kalbar Windy Prihastari turun langsung menyambangi pasien-pasien kanker di RSUD Soedarso, Senin (3/2).
Editor : Miftahul Khair