Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Antisipasi Tawuran Remaja, Bebby Nailufa Minta Orang Tua Terapkan Jam Malam Bagi Anak

A'an • Selasa, 11 Februari 2025 | 11:26 WIB

 

Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa.
Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa.

PONTIANAK POST - Fenomena tawuran yang dilakukan oleh segelintir para remaja cukup mengkhawatirkan Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa. Menurutnya, beberapa rentetan kejadian tawuran tersebut mesti ditindaklanjuti sebagai antisipasi kejadian paling ditakuti, hingga menelan korban jiwa.

“Tawuran para remaja ini sudah beberapa kali terjadi. Mereka berkelahi antar kelompok dengan membawa senjata tajam. Jika nasib sedang apes, bukan tak mungkin akan memakan korban jiwa. Umur mereka ini masih muda, jalannya masih panjang. Jadi ketika melakukan tawuran ini justru akan merugikan diri mereka sendiri,” ujar Bebby kepada Pontianak Post, Senin (10/2).

Kejadian tersebut tampaknya saat malam hari. Artinya, kejadian ini datang akibat lemahnya pengawasan dari orang tua masing-masing. Sehingga para remaja ini bisa keluyuran di malam hari dan bersepakat untuk melakukan tawuran antar kelompok.

Oleh sebab itu, Bebby tak henti mendorong Pemkot Pontianak untuk memberlakukan jam malam. Dengan adanya aturan tersebut sedikit banyak akan mampu meminimalisir terjadinya tawuran antar kelompok remaja di kota ini.

Dalam pemberlakuan jam malam, bisa dilakukan oleh Pol PP dengan melibatkan TNI/Polri. Pengawasannya dilakukan di daerah rawan tawuran. Di tempat umum, ketika para remaja di bawah umum kumpul-kumpul juga dapat diingatkan dan diminta untuk pulang ke rumah masing-masing.

Ditekankan Bebby, dalam hal ini pengawasan paling penting ada di orang tua dan keluarga. Apabila orang tua dapat mengawasi pergerakan para remajanya, dia memastikan kejadian tawuran ini tak bakalan terjadi.

Namun jika para orang tua justru tak peduli dengan pergerakan anak-anaknya, maka ini bisa menjadi awal pemicu terjadinya kegiatan negatif para remaja di Kota Pontianak. Kemudian peran guru sebagai tenaga pendidik juga harus terus dikuatkan dalam mengingatkan dampak negatif dari tindakan tawuran antar remaja ini.

“Dalam pendekatannya bisa dengan pendekatan religi. Ini mesti diimbangi di dunia pendidikan kita. Sebab saat ini kita mengalami krisis moral dan akhlak,” ungkapnya.

Para remaja ini harus terus diawasi. Sebab mereka melalui masa transisi, pencarian jati diri. Oleh karenanya para orang tua mesti benar-benar melakukan pengawasan.

Berikan pandangan baik untuk mereka. Jadikan dasar-dasar pandangan itu sebagai penopang cita-cita para remaja untuk menjadi generasi emas ke depan. Sebab mereka inilah yang bakal menjadi calon pemimpin.

“Makanya aturan jam malam ini sebaiknya memang perlu. Sebab aktivitas para remaja di malam hari ini justru  banyak mudaratnya. Terlebih jika kurang kontrol dari orang tua. Kita tak mau anak-anak kita menjadi korban akibat tawuran ini,” tegasnya.(iza)  

Editor : A'an
#tawuran pelajar #Bebby Nailufa