Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jurus Ampuh UMKM Naik Kelas Dengan Digitalisasi

A'an • Sabtu, 15 Februari 2025 | 20:30 WIB
Pemilik brand fashion Begayabyta, Tione Afifaya Dumamika (dua kiri) bersama model yang menggunakan pakaian hasil rancangannya yang telah diberikan sentuhan lokal wastra Kalbar.
Pemilik brand fashion Begayabyta, Tione Afifaya Dumamika (dua kiri) bersama model yang menggunakan pakaian hasil rancangannya yang telah diberikan sentuhan lokal wastra Kalbar.

PONTIANAK POST - Di balik layar handphone, Tione Afifaya Dumamika memandang gambar-gambar produk fashion yang terpajang di galeri Instagram @begayabyta. Sebelumnya ia mendapatkan pesan melalui Direct Message di Instagram tersebut yang tertarik dengan baju yang ia buat dan ingin memesannya.

Tione Afifaya merupakan pemilik brand fashion Begayabyta. Perempuan asal Pontianak ini telah mendirikan brand tersebut sejak 2019 silam. Ciri khas dari produk fashionnya adalah memberikan sentuhan local wisdom seperti wastra atau kain tenun asal Kalimantan Barat.

Sejak terjun ke bisnis, Tione menyadari sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) haruslah melek digital. Terutama bagian promosi untuk meningkatkan penjualan sangat perlu merambah cara online dan tidak hanya mengandalkan offline.

"Kalau menurutku kan sekarang semua serba digital jadi para pelaku UMKM jangan sampai ketinggalan. Karena di zaman sekarang kalau tidak menerapkan digitalisasi di bisnis akan susah berkembang. Terutama bagian promosi," ujar Alumnus Magister Desain Universitas Telkom Bandung, Kamis (13/2).

Dia menyarankan agar pelaku UMKM untuk produk fashion, makanan dan minuman, handicraft aktif memasarkan produk melalui media sosial (Medsos). Banyak konten yang bisa dijadikan kiblat atau acuan untuk bisa menarik hati konsumen.

Tione mengaku sangat aktif menjajakkan produk di Medsos. Karena itu pula, karyanya bisa tampil di pentas nasional yaitu Indonesia Sharia Economic Festival berkat dilirik oleh Bank Indonesia.

"Kalau yang aku terapkan mulai dari share desain semua serba digital. Ini juga membuat gambar desain lebih mudah dipahami klien. Untuk promosi juga lebih banyak lewat Instagram. Biasanya aku bikin konten sendiri atau collab bersama influencer atau public figure yang hasil kontennya kita share di medsos,"jelasnya.

Tione juga menyarankan agar pelaku UMKM mau membuka diri atau mengikuti pelatihan yang digelar oleh instansi pemerintah, BUMN hingga swasta. "Kita mesti aktif mencari informasi terkait pelatihan pengembangan UMKM. Info seperti ini akan gampang ditemukan di medsos. Sangat berguna sekali,” ungkapnya.

Baca Juga: BPK Kalbar Sambut Kepemimpinan Baru, Sri Haryati Gantikan Winner Franky Manalu

Dirinya telah menjadi mitra binaan Bank Indonesia Kalimantan Barat sejak 2022 lalu dan telah memanfaatkan system pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard atau QRIS. QRIS adalah sistem pembayaran digital nasional yang menggunakan kode QR.

“Penting sekali menerapkan QRIS, ini bisa menjangkau pembeli lebih luas dan tidak ribet dalam pembayaran. Selain itu banyak konsumen telah memilih beralih ke pembayaran cashless sehingga kita sebagai penjual harus menyiapkan semua kemudahan dalam pembayaran digital,” ujarnya.

Pemilik Galeri Kain Pantang Sintang Hetty Kus Endang mengaku merasakan manfaat digitalisasi bagi usahanya. Kain Pantang Sintang yang ia produksi pernah dipakai langsung oleh Presiden Jokowi dalam acara Gala Dinner rangkaian kegiatan KTT World Water Forum ke-10 di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana Bali, 2024 silam.

“Penerapan secara digital yang saya lakukan adalah membuat konten semenarik mungkin sesuai dengan produk yang saya miliki yaitu Kain Pantang Sintang. Lalu proses pemesanan juga dilakukan secara digital sehingga memudahkan pelanggan bahkan pelanggan lebih nyaman dalam proses transaksi,” kata Hetty.

Hetty juga menjadi UMKM perwakilan Kalbar dalam event Indonesia Internasional Halal Lifestyle Centre Conference 2023 x Bank Indonesia dan menjadi perwakilan 10 Pemuda Pemudi Indonesia dalam Declaration Of Commitment For The Establishment Of IKRA Cooperative Indonesia.

“Semua orang sudah mengakses internet. Meski kita berada di daerah, makanya kita harus lebih melek internet. Manfaat besar sekali, pemasaran produk jangkauan lebih luas nasional hingga internasional,” jelasnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta saat menghadiri Puncak Saprahan Khatulistiwa 2025 di Alun Kapuas Pontianak, pada Selasa (11/2) menjelaskan Bank Indonesia sangat konsen mendukung pengembangan UMKM.

Menurutnya kontribusi UMKM di Indonesia mencapai 61 persen pada produk domestik bruto. Jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya hanya 40 persen. UMKM punya ketahanan ekonomi yang tinggi. Sehingga kemampuan UMKM dalam menjaga dan menopang perekonomian nasional meski terjadi krisis, dan badai Covid-19.

“UMKM sangat perlu digitalisasi. Caranya dengan transaksi digital yaitu QRIS yang bisa menjadi entry point atau pintu masuk UMKM ke dalam integrasi ekosistem digital, tidak hanya terkait sistem pembayaran, tetapi juga terkait rantai pasok hingga akses pada pembiayaan. Kita lihat QRIS ini akan memfasilitasi bukan hanya proses akuisisi data, tetapi data-data transaksi bisa di-capture dan bisa membentuk profil kredit yang bisa membantu UMKM untuk mendapatkan pendanaan lebih lanjut baik dari bank maupun dari lembaga bukan bank,” kata Filianingsih.

Didukung Pembiayaan

Agar bisnis si Pelaku UMKM kian berkembang dan besar, maka mereka perlu didukung pembiayaan. Pemerintah memiliki program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat atau Bank Kalbar turut menjadi satu di antara bank penyalur.

Pemasasan Kredit Bank Kalbar Kantor Cabang Utama Pontinak Wahyu Yulianto menjelaskan penyaluran KUR merupakan komitmen Bank Kalbar untuk mendukung perekonomian Kalimantan Barat. “KUR merupakan program unggulan Bank Kalbar. Untuk penyaluran KUR di tahun ini sudah mulai berjalan. Kedepannya KUR ini juga tetap intens kita pasarkan dan akan kita berikan edukasi, kita juga melakukan pendampingan dan mengedukasi masyarakat, bagaimana pinjaman ini nantinya tepat guna dan tepat daya,” ujarnya.(iza)

Editor : A'an
#UMKM #Wastra Kalbar