PONTIANAK – Penjabat Gubernur Kalimantan Barat Harisson menegaskan pentingnya pengendalian inflasi sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Kerja TPID Provinsi/Kabupaten/Kota se-Kalbar, Capacity Building, serta Penyusunan Laporan Kinerja TPID yang berlangsung di Ruang Data Analytic Room (DAR) Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (14/2).
Harisson mengingatkan bahwa lonjakan harga yang tidak terkendali dapat menurunkan daya beli masyarakat dan berdampak pada perekonomian daerah. "Jadi Bapak Ibu sekalian, memang inflasi ini harus kita jaga dalam rangka mempertahankan daya beli masyarakat. Jangan sampai nanti harga-harga melonjak terlalu tinggi sehingga menimbulkan daya beli menjadi turun," ujarnya.
Harisson mengungkapkan bahwa inflasi year-on-year (y-on-y) Kalbar berada di angka 0,15 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,57. Kabupaten Kayong Utara mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,90 persen (IHK 105,95), sementara Kota Pontianak mengalami inflasi terendah sebesar 0,02 persen (IHK 105,12). Sedangkan Kabupaten Sintang mengalami deflasi sebesar 0,12 persen (IHK 104,33).
Harisson menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya penting bagi konsumen, tetapi juga bagi produsen. "Jangan sampai sektor produksi, seperti petani dan peternak, mengalami tekanan yang menyebabkan harga jual terlalu rendah hingga tidak menutupi biaya produksi," tambahnya.
Harisson juga menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi Kalbar saat ini mencapai 4,9 persen, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 5,03 persen. Salah satu faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah pengeluaran rumah tangga yang berkontribusi sebesar 48,73 persen.
"Dari angka ini, kita harus menjaga stabilitas harga bahan pokok agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Jika daya beli turun, pertumbuhan ekonomi juga akan terdampak," katanya.
Menurutnya, dengan sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya, diharapkan upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga dapat terus diperkuat. Harisson menutup dengan harapan bahwa melalui Capacity Building TPID, strategi pengelolaan ekonomi daerah semakin baik dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kalbar. (mse/r)
Editor : A'an