PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan segera melakukan penataan organisasi di jajaran Pemerintah Provinsi Kalbar sebagai langkah awal usai dirinya dilantik. Hal ini disampaikannya saat ditemui di Kantor Badan Penghubung Kalbar, Jakarta, Kamis (20/2).
“Pertama-tama saya akan melakukan penataan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemprov Kalbar. Untuk pengisian jabatan dan penataan jajaran tetap sesuai aturan yang berlaku baik secara assessment maupun open bidding,” ujar Norsan.
Orang nomor satu di Kalbar itu menjelaskan, penataan OPD ini termasuk pengisian jabatan dan penataan jajaran. Hal ini akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
“Untuk pengisian jabatan dan penataan jajaran tetap sesuai aturan yang berlaku baik secara assessment dan open bidding,” ujarnya.
Terkait kebijakan pembangunan, Ria Norsan menyatakan bahwa program-program di Kalbar akan selaras dengan kebijakan strategis yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Kami akan mengacu kepada rencana pembangunan nasional. Program-program yang dapat segera diimplementasikan akan kami jalankan, sementara program lain akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah,” jelasnya.
Gubernur Ria Norsan bersama Wakil Gubernur Krisantus mengucapkan terima kasih atas amanah yang diemban lima tahun kedepan. Ia juga mengajak masyarakat Kalbar untuk bekerja sama membangun daerah.
“Saya Gubernur Kalbar bersama Pak Wakil Gubernur, Krisantus yang baru dilantik oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengajak semua masyarakat Kalbar untuk bahu membahu membangun Kalbar. Tak lupa ucapan terima kasih atas amanah yang Bapak/Ibu berikan. Semoga amanah ini dapat saya emban dengan sebaik-baiknya. Insyaallah saya berusaha istikamah menjalankan amanah tersebut,” tutupnya.
Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara dalam upacara pelantikan serentak kepala daerah. Pelantikan ini mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) Nomor 15/P Tahun 2025 dan Nomor 24/P Tahun 2025 tentang Pengesahan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Masa Jabatan 2025-2030.
Dalam pelantikan tersebut, gubernur dan wakil gubernur terpilih mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Pelantikan ini menandai dimulainya masa kepemimpinan baru di Provinsi Kalbar untuk periode 2025-2030. “Akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur, sebagai wakil gubernur, sebagai bupati, sebagai wakil bupati, sebagai wali kota, sebagai wakil wali kota dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan menjalankan segala Undang-Undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa,” ucap Presiden Prabowo Subianto saat mendiktekan sumpah jabatan tersebut.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pelantikan yang digelar secara serentak tersebut merupakan momen bersejarah dalam pemerintahan Indonesia. “Saudara-saudara, ini saya kira adalah momen bersejarah pertama kali di negara kita, kita lantik 33 gubernur, 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, 85 wakil wali kota dengan total 961 kepala daerah dari 481 daerah dilantik serentak di Istana Merdeka oleh Kepala Negara,” ujarnya.
residen menuturkan bahwa pelantikan yang digelar serentak tersebut adalah sebuah bukti bahwa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan memiliki demokrasi yang terus berkembang.
“Ini juga menunjukkan kepada kita sekalian betapa besar bangsa kita dan juga bahwa bangsa kita yang demikian besar yang keempat terbesar dari jumlah penduduk di seluruh dunia bahwa kita memiliki demokrasi yang hidup, demokrasi yang berjalan, demokrasi yang dinamis,” tambahnya.
Selanjutnya, Kepala Negara mengingatkan para kepala daerah akan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pelayan rakyat. Presiden mengatakan bahwa para kepala daerah harus membela kepentingan rakyat dan berjuang untuk perbaikan hidup masyarakat.
“Itu adalah tugas kita. Walaupun kita mungkin berasal dari partai yang berbeda-beda, dari agama yang berbeda-beda, dari suku yang berbeda-beda, tapi kita telah lahir dalam keluarga besar nusantara, keluarga besar Republik Indonesia, keluarga besar Merah Putih, keluarga besar Bhinneka Tunggal Ika, kita berbeda-beda tapi kita satu,” tegasnya.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya kerja keras dan kepercayaan rakyat yang telah diberikan kepada para kepala daerah. “Saudara-saudara telah melaksanakan suatu kampanye yang tidak ringan, saudara telah turun ke rakyat, saudara telah minta kepercayaan rakyat dan alhamdulillah saudara berhasil meraih kepercayaan rakyat masing-masing,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menambahkan bahwa seluruh kepala daerah akan segera bertemu lagi dalam sebuah retret yang diselenggarakan oleh Menteri Dalam Negeri di Magelang, Jawa Tengah. Presiden pun mengingatkan untuk kesiapan dalam menghadapi tantangan yang ada.
“Saya kira saya tidak akan lama karena kita akan jumpa dalam retret yang akan diselenggarakan oleh Menteri Dalam Negeri di Magelang. Saya akan jumpa saudara-saudara di situ dan mudah-mudahan saudara akan kuat digembleng,” ucapnya.
Sementara itu, antusiasme masyarakat Kalbar terhadap pelantikan pemimpin baru mereka terlihat dari banyaknya karangan bunga ucapan selamat yang memenuhi halaman Kantor Gubernur Kalbar.
Karangan bunga dari berbagai elemen masyarakat, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, pelaku usaha, serta organisasi kemasyarakatan berjajar rapi sebagai bentuk dukungan terhadap kepemimpinan baru di Kalbar.(mse)
Editor : A'an