Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Agendakan Revitalisasi Istana Kadriah

A'an • Minggu, 23 Februari 2025 | 10:14 WIB

 

KUNJUNGAN: Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon berziarah ke Kompleks Makam Kesultanan Pontianak, kemarin.  Fadli Zon juga meninjau Istana Kadriah dan mengunjungi Tugu Khatulistiwa.
KUNJUNGAN: Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon berziarah ke Kompleks Makam Kesultanan Pontianak, kemarin.  Fadli Zon juga meninjau Istana Kadriah dan mengunjungi Tugu Khatulistiwa.

PONTIANAK POST - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meninjau Istana Kadriah Pontianak yang merupakan cagar budaya nasional, Sabtu (22/2). Kunjungan ini terkait rencana revitalisasi atau pemugaran bangunan istana.

"Kondisi fisik Istana Kesultanan Kadriah ini bisa dilakukan pemugaran karena memang sudah waktunya dilakukan pemugaran," katanya.

Acara kunjungan ini juga dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Anggota DPR RI Yuliansyah, hingga Kepala Dinas Pendidikan Kalbar, Rita Hastarita, serta sejumlah jajaran Forkopimda. Kedatangan Fadli Zon disambut oleh Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie dan istri.

Menurut Fadli Zon, Istana Kadriah dan Masjid Jami' adalah bukti sejarah perkembangan kebudayaan di Pontianak yang memang wajib untuk dilestarikan, sehingga pemerintah akan mengucurkan dana untuk melakukan renovasi istana Kadariyah Pontianak. Dengan perbaikan dan pemugaran maka Istana Kadriyah bisa menjadi tempat yang bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan, terutama mereka yang tertarik terhadap wisata sejarah dan wisata budaya.

"Jika sudah ada pemugaran di Istana Kadriah Pontianak maka akan mendatangkan wisatawan yang tertarik dengan sejarah dan budaya. Untuk model ini harus dilakukan sesuai saran tim ahli cagar budaya karena ini sudah menjadi cagar budaya nasional. Jadi, proses untuk melakukan revitalisasinya juga harus sesuai, sedekat mungkin dengan aslinya," jelas dia.

Sultan Pontianak Syarif Mahmud Melvin Alkadrie mengatakan bahwa kunjungan Menteri Kebudayaan RI menjadi bukti nyata bahwa pemerintah pusat memiliki komitmen kuat dalam pelestarian kebudayaan dan cagar budaya nasional.

"Istana Kadriah bukan sekadar bangunan tua tetapi saksi bisu sejarah Kesultanan Pontianak dan berperan penting dalam membentuk jati diri Kalimantan Barat, bahkan Indonesia," jelas dia.

Ia menambahkan bawah istana menjadi pusat pemerintahan, pusat dakwah Islam serta wadah berkembangnya kebudayaan melayu Islam yang berangkat kuat dalam tradisi Nusantara.

Sebagai warisan sejarah yang berdiri sejak 1771 M , Istana Kadriah menyimpan jejak para sultan, ulama dan pemikir besar termasuk Sultan Hamid II, perancang lambang negara Garuda Pancasila.

"Oleh karena itu pelestarian istana ini bukan hanya tanggung jawab kesultanan tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa yang menghargai sejarah dan budaya," papar dia.

Pihaknya menyambut baik program menteri kebudayaan terkait pelestarian budaya, baik dari segi pemugaran fisik, digitalisasi arsip sejarah, maupun penguatan edukasi budaya bagi generasi muda.

"Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah akademisi dan masyarakat adat, kita dapat memastikan bahwa warisan leluhur kini terus berdiri kokoh sebagai simbol peradaban dan jati diri bangsa," ujarnya.

Selain meninjau Istana Kadriah, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon juga melakukan kunjungan ke Masjid Jami' Sultan Abdurrahman, Makam Kesultanan Pontianak di Batu Layang, dan Tugu Khatulistiwa.

Saat ziarah, Fadli menegaskan pentingnya mengenang jasa para pendiri bangsa, terutama sejarah Kota Pontianak. Dirinya menyoroti peran besar Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie dalam mendirikan kota yang kini menjadi Ibu Kota Provinsi Kalbar. 

“Saat itu, Sultan Syarif membuka hutan dan menjadikannya sebagai permukiman yang kemudian berkembang menjadi kota perdagangan dan pelabuhan,” ujar Fadli. (ant)

Editor : A'an
#fadli zon #istana kadriah #revitalisasi #Menteri Kebudayaan