PONTIANAK POST - Ketua I Yayasan Mujahidin Kalimantan Barat (Kalbar) yang juga Ketua Panitia Bazar Ramadan, Fuadi Yusla mengungkapkan, di Ramadan 1446 Hijriah kali ini pihaknya kembali membuka Bazar Ramadan atau yang biasa juga dikenal dengan sebutan pasar juadah.
Dimana ada dua pilihan tempat berjualan yang disediakan. Pertama di dalam tenda roder berukuran 20 meter kali 45 meter, yang memiliki 90 meja atau lapak bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Meja atau lapak tersebut terdiri dari ukuran 1,2 meter persegi, 1,6 meter persegi, dan 1,8 meter persegi.
“Jadi ada tiga jenis meja, namun ada juga di dalamnya untuk stand Bank Kalbar, dan Bank Indonesia (BI),” ungkapnya.
Kemudian untuk tempat berjualan yang kedua ada tenda-tenda kerucut di sekeliling tenda roder. Jumlah tenda kerucut berukuran tiga meter kali tiga meter itu ada sebanyak belasan tenda. Khusus untuk yang berjualan dengan kompor atau ada proses masak-memasak.
“Jadi yang berasap-asap, masak, itu di luar tenda besar. Kemudian selain itu ada satu tenda dari BI yang mengkoordinir untuk penukaran uang, menjelang lebaran nanti,” jelasnya.
Bazar ini menurut Fuadi dimulai dari 1 Ramadan hingga 25 Ramadan 1446 Hijriah. Dimana pada H-5 Idulfitri lokasi tersebut sudah haru dibersihkan, untuk selanjutnya digunakan sebagai lokasi salat id berjemaah.
Sementara mengenai pemanfaatan lapak di bazar tersebut, ia mengatakan penjual menggunakan sistem sewa. “Bazar ramadan ini kan sudah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu, jadi mereka (penjual) sudah ada grupnya. Jadi begitu tahun ini, mereka sudah tahu, dan mendaftar,” paparnya.
Untuk harga sewanya sendiri dijelaskan Fuadi bervariasi sesuai ukuran meja. Dimulai dari Rp1 juta untuk satu meja, selama 25 hari berjualan. “Jadi kalau yang Rp1 juta itu, hitungannya kurang lebih (sewa) Rp25 ribu per hari,” katanya.(bar)
Editor : A'an