PONTIANAK POST - GERKATIN (Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) merupakan gerakan yang pendirian organisasinya merata di seluruh Indonesia.
Organisasi tuli ini berwenang dalam mengadvokasi hak-hak asasi tuli kepada otoritas daerah setempat sebagai kelompok warga yang juga harus diperhatikan dan dipenuhi hak dan kewajibannya baik di tingkat provinsi maupun kota.
Tidak menutup kemungkinan bahwa dalam berorganisasi akan terbentur dengan suatu permasalahan, tidak terlepas dari organisasi dengan mayoritas anggotanya adalah teman tuli.
Salah satu penyebab terjadinya konflik dalam berorganisasi adalah masalah komunikasi.
Baca Juga: Pemerintah Kota Pontianak Berikan Bansos ke 400 Guru Ngaji se-Kota Pontianak
Komunikasi yang tidak tersampaikan dengan baik akan menyebabkan pemahaman yang keliru yang akhirnya berdampak pada tujuan organisasi.
Pelatihan komunikasi efektif dalam berorganisasi diperlukan agar permasalahan yang biasa terjadi di organisasi GERKATIN dapat diatasi dengan baik.
Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kesehatan mental pengurus GERKATIN terutama dalam berorganisasi.
Baca Juga: Layanan Telekomunikasi dan Penyiaran di Bali Dihentikan Sementara Selama Nyepi
Materi disampaikan oleh Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi serta dosen dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Pontianak.
Materi berupa pemahaman mengenai komunikasi efektif yang disampaikan oleh Widya Lestari, M.Psi.,Psikolog dan Rizki Fitlya M.Psi.,Psikolog mengenai komunikasi efektif dalam berorganisasi sebagai upaya mencapai tujuan organisasi.
Selain itu Teman Tuli juga mendapatkan pemahaman mengenai HAM bagi disabilitas yaitu pasal penting yang mengatur hak penyandang tuli berdasarkan UU No 8/2016 yang disampaikan oleh Dr. Hazilina, S.H,M.M.,M.Kn.
Ternyata Teman Tuli baru mengetahui adanya UU yang mengatur HAM bagi penyandang disabilitas.
Baca Juga: Gerakan Peduli Anak Yatim, BRI Pontianak Berbagi Paket Sembako Ramadan
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dalam penyelesaian masalah yaitu dengan mengadakan FGD (Focus Group Discussion) yang difasilitasi oleh Risna Hayati, M.Psi.,Psikolog.
Peserta dibagi menjadi dua kelompok kecil dan diminta untuk menyelesaikan kasus yang umum terjadi dalam organisasi.
Pelatihan yang telah dilaksanakan mendapatkan respon positif dari Teman Tuli.
Hal ini terlihat dari antusias Teman Tuli dalam bertanya mengenai materi yang telah disampaikan.
Baca Juga: Hadapi Arus Mudik Lebaran 2025, PT Pelni Pontianak Tambah Kapasitas KM Bukit Raya
Selain itu gesture yang terlihat menunjukkan bahwa mereka memahami dan sependapat dengan apa yang disampaikan narasumber.
Pelaksanaan pelatihan berbeda dengan peserta pada umumnya karena diikuti oleh Teman Tuli dan dibantu oleh dua orang JBI (Juru Bahasa Isyarat), sehingga pelatihan ini berkesan dan terlihat istimewa.
Selain itu pelatihan ini diharapkan peserta dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di organisasi sehingga memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesehatan mental Teman Tuli dalam berorganisasi. (*/r)
Editor : Syahriani Siregar