Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Berorganisasi Tanpa Batas: Komunikasi Efektif Atasi Kesehatan Mental Teman Tuli

Syahriani Siregar • Jumat, 21 Maret 2025 | 04:05 WIB

 

Pelatihan komunikasi efektif yang diadakan pada Sabtu (15/3). Materi disampaikan oleh Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi serta dosen dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Pontianak.
Pelatihan komunikasi efektif yang diadakan pada Sabtu (15/3). Materi disampaikan oleh Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi serta dosen dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Pontianak.

PONTIANAK POST - GERKATIN (Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) merupakan gerakan yang pendirian organisasinya merata di seluruh Indonesia.

Organisasi tuli ini berwenang dalam mengadvokasi hak-hak asasi tuli kepada otoritas daerah setempat sebagai kelompok warga yang juga harus diperhatikan dan dipenuhi hak dan kewajibannya baik di tingkat provinsi maupun kota.

Tidak menutup kemungkinan bahwa dalam berorganisasi akan terbentur dengan suatu permasalahan, tidak terlepas dari organisasi dengan mayoritas anggotanya adalah teman tuli.

Salah satu penyebab terjadinya konflik dalam berorganisasi adalah masalah komunikasi.

Baca Juga: Pemerintah Kota Pontianak Berikan Bansos ke 400 Guru Ngaji se-Kota Pontianak

Komunikasi yang tidak tersampaikan dengan baik akan menyebabkan pemahaman yang keliru yang akhirnya berdampak pada tujuan organisasi.

Pelatihan komunikasi efektif dalam berorganisasi diperlukan agar permasalahan yang biasa terjadi di organisasi GERKATIN dapat diatasi dengan baik.

Tujuan dari kegiatan pelatihan komunikasi efektif adalah untuk meningkatkan kesehatan mental pengurus GERKATIN terutama dalam berorganisasi.
Tujuan dari kegiatan pelatihan komunikasi efektif adalah untuk meningkatkan kesehatan mental pengurus GERKATIN terutama dalam berorganisasi.
Kegiatan pelatihan komunikasi ini dilakukan pada hari Sabtu, 15 Maret 2025 yang dihadiri oleh pengurus GERKATIN Kalimantan Barat.

Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kesehatan mental pengurus GERKATIN terutama dalam berorganisasi.

Baca Juga: Layanan Telekomunikasi dan Penyiaran di Bali Dihentikan Sementara Selama Nyepi

Materi disampaikan oleh Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi serta dosen dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Materi berupa pemahaman mengenai komunikasi efektif yang disampaikan oleh Widya Lestari, M.Psi.,Psikolog dan Rizki Fitlya M.Psi.,Psikolog mengenai komunikasi efektif dalam berorganisasi sebagai upaya mencapai tujuan organisasi.

Selain itu Teman Tuli juga mendapatkan pemahaman mengenai HAM bagi disabilitas yaitu pasal penting yang mengatur hak penyandang tuli berdasarkan UU No 8/2016 yang disampaikan oleh Dr. Hazilina, S.H,M.M.,M.Kn.

Ternyata Teman Tuli baru mengetahui adanya UU yang mengatur HAM bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga: Gerakan Peduli Anak Yatim, BRI Pontianak Berbagi Paket Sembako Ramadan

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dalam penyelesaian masalah yaitu dengan mengadakan FGD (Focus Group Discussion) yang difasilitasi oleh Risna Hayati, M.Psi.,Psikolog.

Peserta dibagi menjadi dua kelompok kecil dan diminta untuk menyelesaikan kasus yang umum terjadi dalam organisasi.

Pelatihan yang telah dilaksanakan mendapatkan respon positif dari Teman Tuli.

Hal ini terlihat dari antusias Teman Tuli dalam bertanya mengenai materi yang telah disampaikan.

Baca Juga: Hadapi Arus Mudik Lebaran 2025, PT Pelni Pontianak Tambah Kapasitas KM Bukit Raya

Selain itu gesture yang terlihat menunjukkan bahwa mereka memahami dan sependapat dengan apa yang disampaikan narasumber.

Pelaksanaan pelatihan berbeda dengan peserta pada umumnya karena diikuti oleh Teman Tuli dan dibantu oleh dua orang JBI (Juru Bahasa Isyarat), sehingga pelatihan ini berkesan dan terlihat istimewa.

Pelaksaan pelatihan komunikasi efektif diikuti oleh Teman Tuli dan dibantu oleh juru bahasa isyarat.
Pelaksaan pelatihan komunikasi efektif diikuti oleh Teman Tuli dan dibantu oleh juru bahasa isyarat.
Salah satu peserta menyatakan bahwa kegiatan ini banyak memberikan manfaat bagi mereka, dimana mereka menjadi tahu adanya UU yang mengatur HAM sebagai penyandang disabilitas.

Selain itu pelatihan ini diharapkan peserta dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di organisasi sehingga memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesehatan mental Teman Tuli dalam berorganisasi. (*/r)

Editor : Syahriani Siregar
#kesehatan mental #komunikasi #GERKATIN #Universitas Muhammadiyah #Teman tuli