PONTIANAK POST - Kabar pengunduran diri Rokidi dari jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Kalbar masih menyisakan tanda tanya besar. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Barat, Suib, mengaku belum mendapatkan konfirmasi resmi terkait hal tersebut.
Dia hanya mengetahui isu ini melalui pemberitaan di media. "Sampai hari ini, per tanggal 7 April, belum ada kepastian langsung dari yang bersangkutan. Kami justru baru tahu dari media,” ujar Suib kepada Pontianak Post, Selasa (8/5).
Suib menjelaskan bahwa Komisi III akan segera mencari tahu alasan pasti di balik pengunduran diri Rokidi. Apakah benar karena alasan medis seperti yang diberitakan selama ini, atau ada faktor lain? Untuk itu, pihaknya berencana memanggil jajaran direksi Bank Kalbar maupun Pemerintah Provinsi Kalbar guna meminta penjelasan langsung.
"Kalau informasi ini benar adanya, kami akan panggil pihak-pihak terkait untuk klarifikasi. Ada apa? Kenapa? Dan bagaimana kelanjutan di internal Bank Kalbar?” tegasnya.
Menurut Suib, isu pengunduran diri Rokidi ini cukup mengejutkan dan bisa menjadi bahan perbincangan hangat masyarakat Kalbar. Oleh karena itu, kepastian serta penyebab kabar tersebut harus segera diungkap secara transparan.
"Ini seperti petir di siang bolong. Kok bisa terjadi tanpa ada angin atau hujan? Kami ingin tahu alasannya,” katanya.
Selain itu, Suib juga menyampaikan bahwa Komisi III akan mempelajari mekanisme pengunduran diri Dirut Bank Kalbar. Hal ini penting agar proses pergantian pimpinan dapat berjalan sesuai aturan.
Isu lain yang beredar adalah kemungkinan kaitan antara pengunduran diri Rokidi dengan dinamika politik pasca pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar definitif. Namun, Suib berharap hal ini hanya sekadar persepsi belaka.
"Mudah-mudahan tidak ada unsur politis dalam pengelolaan Bank Kalbar. Ini menyangkut dana publik dari semua daerah di Kalbar, jadi harus profesional dan tidak boleh main-main,” tegasnya.
Pollitisi Hanura Kalbar ini menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada indikasi campur tangan politik dalam manajemen Bank Kalbar. Namun, Komisi III tetap akan mengawasi ketat segala proses di tubuh bank tersebut.
"Kami akan awasi betul-betul. Jika suatu saat ada perombakan oleh gubernur, semoga itu berjalan sesuai aturan yang berlaku,” imbuhnya.
Harapan untuk Pengganti Rokidi
Komisi III sendiri belum menerima informasi soal nama-nama calon pengganti Rokidi. Menurut Suib, pemilihan pengganti Dirut Bank Kalbar sepenuhnya merupakan hak Gubernur Kalbar. Meski demikian, ia berharap sosok yang dipilih nantinya memiliki integritas tinggi, visi misi yang jelas, serta profesional dalam memimpin.
“Yang terpenting adalah amanah. Kinerja Bank Kalbar di bawah kepemimpinan Rokidi sebenarnya sudah cukup baik. Terbukti, dividen triwulan pertama mencapai lebih dari Rp 100 miliar. Tapi tentu ada beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki, seperti kasus pembobolan rekening nasabah yang pernah terjadi,” kata Suib.
Dia juga menyoroti pentingnya inovasi teknologi dan penyebaran kredit rakyat yang lebih merata. Ke depan, Suib berharap Bank Kalbar sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) andalan Kalbar bisa lebih berperan aktif dalam membantu perekonomian masyarakat.
"Bank Kalbar bukan hanya harus fokus pada keuntungan semata, tapi juga hadir membantu usaha-usaha rakyat dengan memberikan modal yang mudah dijangkau dan bunga rendah,” tutupnya.
Hingga kini, sorotan publik terhadap kasus ini masih terus berlanjut. Masyarakat Kalbar menantikan langkah konkret dari Komisi III dan pihak terkait untuk menjawab semua tanda tanya yang ada.(den)
Editor : Hanif