PONTIANAK POST - Kepala Satuan Tugas Polisi Pamong Praja Kota Pontianak Ahmad Sudiyantoro menemukan banyak gepeng berkeliaran di area waterfront city. Gepeng-gepeng itu justru menjadikan area tersebut sebagai tempat istirahatnya. Satu di antaranya berasal dari Makassar.
“Pagi tadi saya memantau lokasi waterfront. Dari hasil pemantauannya, kami banyak menemukan gepeng yang berkeliaran di sana. Bahkan mereka menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat istirahat,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Rabu (9/4).
Dikatakan dia, keberadaan gepeng tersebut jumlahnya cukup banyak. Lebih dari sepuluh orang dengan tempat yang terpisah-pisah di area sepanjang waterfront.
Menurutnya, ini akan mengganggu keindahan ruang publik. Bisa membuat orang-orang yang berolahraga akan semakin tidak nyaman. Sebab selain tidur di area tersebut, bukan tak mungkin dia akan meminta-minta. Paling ditakutkan pastinya berbuat hal-hal negatif.
Lebih dalam kata dia, gepeng ini berasal dari Kota Pontianak. Mereka juga memiliki rumah. Sehingga saat dilakukan penindakan, Pol PP tak sampai mengangkut mereka ke kantor.
“Mereka hanya kami suruh pulang ke rumah masing-masing. Sebab waterfront ini bukan tempat beristirahat gepeng. Keberadaan gepeng tidur di sana akan membuat kota ini tampak jelek,” katanya.
Satu gepeng dari luar kota. Dia dari Makassar dan sudah dilakukan penindakan. Gepeng tersebut meminta pulang ke kotanya. Sebab di Pontianak dia tak mendapatkan pekerjaan. Jadilah kondisinya luntang-lantung di sini.
“Kami sudah koordinasikan ini dengan Dinsos Provinsi Kalbar. Tujuannya untuk memulangkan gepeng ini ke kota asalnya,” katanya.
Dalam pengawasan gepeng yang semakin bermunculan di kota ini, pihaknya akan lakukan secara intensif. Terutama di ruang publik akan diupayakan Pol PP untuk tidak ada yang berkeliaran.
Selain di waterfront, lokasi seperti Taman Untan, bawah tol, trotoar humanis serta ruang-ruang publik lainnya bakal ditingkatkan pengawasannya. Sebab persoalan gepeng ini masalah kambuhan. Ketika tak dilakukan pengawasan mereka akan muncul lagi. Tetapi jika pengawasan dilakukan intensif, kota ini bisa mengurangi peredaran gepeng.
“Akhir-akhir ini memang banyak pengemis dan gepeng berkeliaran di Kota Pontianak. Jika dibiarkan tanpa adanya pengawasan yang berkelanjutan, juga akan menggangu kenyamanan di kota ini. Apalagi jika berada di ruang terbuka. Jika meminta-minta pastinya sebagai masyarakat akan merasa tidak nyaman,” kata salah satu warga Pontianak.
Menurutnya, jika aktivitas gepeng semakin banyak dan dibiarkan tanpa adanya pengawasan, bukan tak mungkin ke depan gepeng liar semakin banyak. “Saya harap dinas yang fokus mengentaskan persoalan ini mesti gencar melakukan pengawasan,” pintanya.(iza)
Editor : Hanif