PONTIANAK POST - Manajer Dharma Lautan Utama Pontianak, Fitri Cutyadi mengatakan, puncak arus balik pasca lebaran untuk penumpang kapal dari Pontianak-Semarang dan sebaliknya terjadi pada 6 dan 10 April lalu. Saat itu, angkutan penumpang mencapai seratus persen per sekali pelayaran.
“Kami sudah melewati puncak arus balik yang terjadi pada 6 dan 10 April kemarin. Saat puncak arus balik, kondisinya sama persis dengan arus mudik sebelum lebaran. Angkutan penumpang mencapai seratus persen per sekali trip,” ujarnya kepada Pontianak Post, Jumat (11/4).
Jumlah penumpang kapal saat puncak arus balik mencapai seratus persen. Totalnya 850 penumpang per sekali trip. Untuk saat ini, penumpang kapal sudah kembali normal. Angkutan per sekali tripnya antara 300 sampai 400 penumpang. Ditambah angkutan kendaraan dan berbagai komoditi.
Pantauan dia, di arus balik setelah lebaran kebanyakan penumpangnya pelajar. Tetapi sebagiannya lagi ada juga golongan pekerja yang liburnya bergantian.
Kata dia, keberangkatan mereka kemarin dikenakan harga tiket agak tinggi. Sama seperti dengan mudik kemarin, per kepalanya Rp 620 ribu. Tetapi saat ini, harga tiket sudah kembali normal, yaitu Rp 450 an ribu per kepala.
Penjualan tiket juga tidak sepadat saat mudik dan arus balik sesudah lebaran. Saat itu, calon penumpang membeli tiket dengan cara online. Adanya inovasi penjualan tiket secara online dirasanya juga membuat kerja teman-teman saat melayani pembelian tiket semakin mudah dan cepat.
Sebab calon penumpang tak perlu lagi datang ke loket untuk membeli tiket secara langsung. Mereka bisa membayar semuanya melalui aplikasi penjualan tiket. Meski demikian sebagian masih ada yang datang ke loket, namun jumlahnya tidak banyak seperti dulu.
Selama pelayanan baik di arus mudik dan arus balik setelah lebaran, pihaknya tak mengalami kendala. Memang terdapat penumpukan penumpang saat di Pelabuhan. Namun semuanya bisa diatasi oleh para petugas di lapangan.
Secara keseluruhan pelayanan di kapal untuk penumpang baik saat mudik dan arus balik juga semakin baik.
“Hasil layanan mudik dan arus balik di tahun ini juga menjadi bahan evaluasi kami. Artinya, ketika masih ada yang kurang akan kami perbaiki lagi agar di tahun depan pelayanan kami semakin baik. Sebab kenyaman bagi para pemudik menjadi tanggung jawab kami selama di perjalanan. Dengan begitu mudik mereka ke kampung halaman akan terasa menyenangkan,” tutupnya. (iza)
Editor : Miftahul Khair