PONTIANAK POST - Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Yoggy Perdana Putra mendorong agar aset Pemerintah Pontianak di Terminal Batulayang Kecamatan Pontianak Utara dapat difungsikan sebagai wahana yang berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Untuk rencana lebih detailnya dapat dikaji kembali, sesuai dengan kondisi geografis dan sosial di wilayah Pontianak Utara.
“Saya melihat Terminal Batulayang kondisinya kini justru tidak terurus. Sudah semestinya, kita memikirkan ke depan rencana pembangunan Terminal Batulayang ini. Kita mesti ada rencana mulai dari sekarang,” ujar Yoggy kepada Pontianak Post, Jumat (11/4).
Dalam rencananya, Pemkot Pontianak mesti memiliki opsi. Sebab untuk membangun juga penting memperhatikan aspek-aspek kondisi geografis dan sosial masyarakat di sana. Artinya kata dia, apa yang dibutuhkan masyarakat di Kecamatan Pontianak Utara khususnya Batulayang ini.
Secara bertahap, kata dia, Pemkot Pontianak telah mewujudkan beberapa fasilitas dasar di sana. Salah satunya fasilitas rumah sakit Pontianak Utara. Bahkan ke depan Rumah Sakit di Pontianak Utara akan ada tambahan, setelah belum lama ini Rumah Sakit milik TNI AL selesai dibangun tak jauh dari Terminal Batulayang.
Dengan adanya fasilitas rumah sakit, artinya ke depan masyarakat Pontianak Utara tak mesti ke seberang untuk mendapatkan fasilitas rumah sakit rawat inap. Yoggy melanjutkan, lahan Terminal Batulayang ini cukup luas. Oleh sebab itu perencanaan untuk pembangunan lokasi tersebut mesti matang, sehingga ketika bangunannya jadi bisa berdampak positif bagi masyarakat setempat.
Apakah dibangun rusun, sama seperti pembangunan rusun di eks terminal Harapan Jaya, atau dibangunkan wahana wisata, seperti penempatan ruang terbuka hijau dan taman dengan tambahan kolam renang.
“Saya rasa jika ada kolam renang di Pontianak Utara juga akan bagus. Pastinya akan mampu memberikan tambahan PAD bagi Kota Pontianak. Sama dengan kolam renang di Ampera. Di sana pengunjungnya juga tak putus. Artinya bisa menjadi tempat wisata bagi masyarakat. Di satu sisi masyarakat senang, sisi lainnya Pemkot Pontianak juga akan mendapatkan PAD dari wahana rekreasi tersebut. Selain itu, juga bisa melahirkan atlet renang terbaik dari Pontianak,” ujarnya.
Kaitan aset Terminal Batulayang ini ke depan dia juga akan melakukan koordinasi. Terutama dengan bidang aset. Tak hanya aset di sana saja, dia juga akan mengecek aset milik Pemkot Pontianak yang belum termanfaatkan.
Pada tahun 2018, kondisi Terminal Batu Layang digambarkan sepi dan terbengkalai. Hal ini disebabkan oleh menurunnya jumlah penumpang bus dan transportasi umum.
Pada Oktober 2024, muncul wacana untuk merevitalisasi Terminal Batu Layang. Tujuannya adalah untuk menjadikannya lebih menarik dan tidak terkesan kumuh, mengingat lokasinya sebagai salah satu pintu gerbang masuk Kota Pontianak dan berdekatan dengan Tugu Khatulistiwa.
Terminal Batu Layang dulunya merupakan terminal kategori B yang berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan Kota Pontianak. Ini menunjukkan peranannya dalam sistem transportasi antar kabupaten/kota. (iza)
Editor : Miftahul Khair