PONTIANAK POST - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kota Pontianak, Beby Nailufa, menegaskan dukungan kepada Maman Abdurrahman kembali memimpin DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) merupakan keputusan final.
“Dukungan kami kepada Bang Maman sudah final, tidak bisa ditawar. Ini harga mati,” tegas Beby saat diwawancarai usai Halalbihalal Partai Golkar Kalbar pada Minggu (13/4).
Menurut Beby, sosok Maman Abdurrahman dibutuhkan untuk menjaga stabilitas dan soliditas partai ke depan. Ia menyebutkan di bawah kepemimpinan Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia tersebut, Golkar Kalbar menunjukkan kemajuan, termasuk peningkatan perolehan kursi di legislatif.
“Perolehan kursi Golkar di DPRD Kota Pontianak meningkat dari tiga menjadi enam, dan di DPRD Provinsi dari delapan menjadi sembilan kursi. Ini capaian yang ingin kami jaga, bukan malah diganggu dengan dinamika internal menjelang Musda,” ujarnya.
Beby juga mengungkapkan Musda DPD Golkar Kalbar dijadwalkan paling lambat berlangsung pada Juni 2025. Meski ada pihak yang mencoba menggoyang, ia yakin mayoritas DPD di Kalbar tetap solid mendukung Maman.
“Kami tetap solid. Kami tidak ingin ada gejolak. Bang Maman adalah pilihan terbaik, dan bagi kami, itu sudah harga mati,” pungkasnya.
Seperti diketahui Partai Golkar Kota Pontianak mencatat capaian signifikan pada Pemilu Legislatif 2024.
Di bawah kepemimpinan Beby Nailufa, partai berlambang beringin itu berhasil menggandakan jumlah kursi di DPRD Kota Pontianak dari sebelumnya tiga menjadi enam kursi.
Capaian ini sekaligus mengantarkan Golkar merebut salah satu posisi unsur pimpinan di DPRD Kota Pontianak. Lonjakan suara yang diraih Golkar tidak lepas dari strategi partai yang fokus pada penguatan akar rumput dan kaderisasi yang berkelanjutan.
Selain itu, keberhasilan tersebut juga menunjukkan bahwa masyarakat menaruh harapan besar pada partai dalam membawa perubahan di tingkat legislatif daerah. Dengan enam kursi yang diraih, Golkar kini menjadi salah satu kekuatan utama di DPRD Kota Pontianak.
Posisi unsur pimpinan yang diperoleh dinilai strategis dalam memperjuangkan program-program kerakyatan serta memperkuat peran pengawasan dan legislasi.(iza)
Editor : Hanif