Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kepala BPBD: Pontianak Masih Rentan Terjadi Kebakaran

Mirza Ahmad Muin • Selasa, 22 April 2025 | 09:11 WIB
ILUSTRASI KEBAKARAN
ILUSTRASI KEBAKARAN

PONTIANAK POST - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak M. Nasir mengatakan Pontianak rentan kejadian kebakaran bangunan. Dari pantauan BPBD selama Januari hingga Maret, kejadian kebakaran bangunan selalu terjadi setiap bulannya.

“Sejak 1 April kemarin, penanganan kebakaran hutan lahan dan bangunan ada di BPBD. Kalau sebelumnya, penanganan kebakaran ada di Pol PP. Dari pantauan kami, khusus untuk kebakaran bangunan memang rawan di Pontianak. Sebab kejadian kebakaran bangunan ini setiap bulan pasti ada kejadian,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Senin (21/4).

Menurutnya, penanganan kebakaran bangunan memang mesti dilakukan dengan cepat. Terlebih jika kejadian kebakaran bangunan berada di pemukiman dengan jumlah penduduk padat dengan bangunan yang berhimpitan.

Ketika penanganannya, Damkar kerap kesulitan. Utamanya untuk mendapatkan akses air buat memadamkan kebakaran bangunan. Belum lagi akses sempit sehingga membuat petugas Damkar harus bersusah payah untuk memadamkan kobaran api itu.

Menurutnya, penempatan hidran di daerah pemukiman padat penduduk begitu penting. Dengan adanya hidran akan membuat petugas mudah untuk mendapatkan pasokan air buat memadamkan kobaran api itu.

Saat ini penempatan hidran baru di tiga kecamatan. Di Kecamatan Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara dan Pontianak Utara. Penempatan hidran yang dipasang oleh PDAM itu di daerah rawan kebakaran  hutan dan lahan.

Harapannya ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan, petugas damkar tak kesulitan untuk mendapatkan akses air. “Adanya hidran ini memang kami terbantu. Membuat petugas tidak jauh-jauh ketika mau mendapatkan akses air.

Namun kalau kami, akan menggunakan hidran sebagai alternatif terakhir. Sebab hidran inikan air bersih, pasti ada nilai ekonominya. Terlebih pemadaman lahan ini waktunya cukup lama, bisa berhari-hari,” ujarnya.

Beda halnya jika pemadaman kebakaran bangunan. Jika penanganannya cepat, dalam waktu tiga jam api bisa dipadamkan. Oleh sebab itu, ketika menggunakan air di hidran dalam memadamkan kobaran api pada bangunan, menjadi efektif.

Dia menambahkan, berdasarkan perkiraan cuaca BMKG di Mei ini Kota Pontianak akan memasuki musim kemarau. Pastinya, dalam upaya pencegahan terjadinya kebakaran baik lahan dan bangunan, damkar mesti sigap.

“Kami terus update data terkait kondisi cuaca di BMKG. Jika menunjukkan tanda merah di satelit, kami pun akan turun untuk melakukan pengawasan. Dengan penanganan cepat dapat meminimalisir terjadinya kebakaran lebih luas. Baik itu lahan dan bangunan,” tegasnya.(iza)

Editor : Hanif
#Damkar #PDAM #bmkg #kebakaran hutan dan lahan #bpbd #kota pontianak #kobaran api