Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Masa Tugas Berakhir, Konjen RI Sigit Pamit dari Kuching

Idil Aqsa Akbary • Sabtu, 26 April 2025 | 13:15 WIB
Konjen RI di Kuching, Raden Sigit Witjaksono menyerahkan cenderamata kepada Premier Sarawak, Tan Sri Abang Johari Tun Openg usai berpamitan, Jumat (25/4).
Konjen RI di Kuching, Raden Sigit Witjaksono menyerahkan cenderamata kepada Premier Sarawak, Tan Sri Abang Johari Tun Openg usai berpamitan, Jumat (25/4).

*Soroti Potensi Kerja Sama Energi, Kesehatan dan Transportasi

PONTIANAK POST - Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Kuching, Raden Sigit Witjaksono akan mengakhiri masa tugasnya pada 30 April 2025. Menjelang kepulangannya ke Jakarta, ia bertemu Premier Sarawak, Tan Sri Abang Johari Tun Openg, Jumat (25/4), untuk berpamitan sekaligus membahas berbagai capaian kerja sama selama ini.

 “Saya pamit sama Premier Sarawak, ini kan beliau pimpinan pemerintahan di sini. Saya per 30 April selesai masa tugas, dan kembali ke Kementerian Luar Negeri,” ujar Sigit saat dihubungi Pontianak Post melalui sambungan telepon usai pertemuan tersebut.

Sigit menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin selama tiga tahun penugasannya di Sarawak. Ia menilai hubungan antara Indonesia, dan Sarawak mengalami peningkatan signifikan, terutama di bidang ekonomi, sosial, budaya, serta perlindungan warga negara, dan ketenagakerjaan.

“Premier juga berterima kasih atas kontribusi saya dan KJRI Kuching selama tiga tahun ini,” ungkapnya. Bahkan, kata Sigit, Premier sempat berujar, “Tidak terasa kok sudah selesai saja Pak, masa tugasnya."

Salah satu kerja sama penting yang dibahas adalah di sektor energi. Sigit berkata Premier Sarawak membuka peluang peningkatan suplai listrik ke Kalimantan Barat (Kalbar) dari 100 megawatt yang sudah berjalan selama ini, bisa menjadi 150 megawatt, menyesuaikan dengan kebutuhan yang terus bertambah.

“Sarawak Energy Berhad juga memiliki kontribusi 25 persen dalam proyek PLTA Mentarang Induk di Kalimantan Utara (Kaltara), yang sudah di-groundbreaking oleh Presiden Jokowi tahun 2023 lalu, dan Premier juga hadir saat itu,” ujar Sigit.

Ia menambahkan, Sarawak sangat maju dalam pengembangan energi hijau, termasuk energi hidrogen, yang dinilai berpotensi menjadi peluang kerjasama baru di masa mendatang, termasuk untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

Tak kalah penting, isu konektivitas juga menjadi sorotan. Pihak Sarawak menurutnya sangat mengharapkan dibukanya kembali penerbangan internasional dari Bandara Supadio Pontianak ke Kuching. “Kalau lewat darat memakan waktu 7–8 jam. Warga Sarawak sebenarnya suka melancong ke Pontianak untuk kuliner dan wisata,” ujar Sigit.

Bahkan, Premier Sarawak juga menyampaikan harapan adanya penerbangan Kuching–Balikpapan untuk mendukung konektivitas ke IKN. “Ini tentu bisa memperkuat konektivitas antar wilayah di Borneo, karena kita satu kawasan, satu pulau,” katanya.

Selain energi dan transportasi, bidang layanan kesehatan dan pendidikan juga menjadi sektor yang disebut-sebut potensial. Banyak warga Kalbar selama ini memanfaatkan fasilitas kesehatan di Sarawak. “Kerja sama infrastruktur juga bisa diperluas ke Kalimantan Timur seiring keberadaan IKN,” lanjutnya.

Sigit berharap hubungan baik yang telah terjalin bisa terus diperkuat. “Walaupun saya balik ke Jakarta, saya akan tetap berusaha membantu, termasuk memberi masukan bagi Konjen baru agar kerja sama ini bisa dilanjutkan bahkan diperkuat,” ujarnya.

Ia juga menyinggung rencana penyelenggaraan Borneo Games pada September 2025, sebagai ajang mempererat silaturahmi masyarakat se-Kalimantan. “Mudah-mudahan Kalbar, dan Kaltim bisa ikut,” ucapnya.

Sementara terkait pergantian Konjen yang baru, Sigit menjelaskan biasanya membutuhkan waktu karena harus melalui Keputusan Presiden, dan persetujuan dari pemerintah federal Malaysia. “Biasanya dua sampai tiga bulan. Saya prediksi paling lambat Agustus, idealnya sudah ada untuk upacara 17 Agustus,” kata Sigit.

Selama masa transisi, jabatan Konjen akan diisi sementara oleh Musa, pejabat senior di KJRI Kuching yang juga menjabat Kepala Konsuler. Ia akan memimpin hingga Konjen definitif dilantik. “Kalau saya prediksi mudah-mudahan bulan Juli, paling lambat Agustus. Biasanya 17 Agustus mestinya (Konjen baru) sudah ada di sini ya, untuk upacara,” pungkasnya. (bar)

Editor : Miftahul Khair
#konjen ri #kuching #Kerja Sama Energi