Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wisata Tumbuh Pesat, Tapi Hunian Hotel Menurun, Disporapar Siapkan Strategi Antisipasi

Idil Aqsa Akbary • Senin, 5 Mei 2025 | 11:13 WIB
BPS Kalbar
BPS Kalbar

PONTIANAK POST — Pariwisata Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat pertumbuhan positif sepanjang kuartal pertama 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar melaporkan, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kalbar tembus 2,67 juta perjalanan pada Januari–Maret 2025, naik tajam 30,75 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin, menyebutkan, hanya untuk bulan Maret saja, jumlah kunjungan wisnus ke Kalbar mencapai 792.124 perjalanan. “Meski turun secara bulanan (m-to-m) 13,11 persen dari Februari, angka ini tetap tumbuh 27,19 persen secara tahunan (y-on-y),” ungkapnya sesuai rilis yang dikeluarkan, Jumat (2/5).

Sayangnya, geliat wisata ini tak sepenuhnya berdampak ke sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Kalbar pada Maret 2025 justru turun ke 37,41 persen, merosot 7,94 persen poin dibanding Maret tahun lalu, dan turun 11,19 persen poin dari Februari. Rata-rata lama menginap tamu pun cuma 1,44 malam, alias menurun dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kalbar pada Maret 2025 tercatat 7.366 kunjungan. Wisman paling banyak berasal dari Malaysia (72,74 persen), disusul wisatawan berkebangsaan Indonesia yang menetap di luar negeri (Penlu/Pendul) sebesar 21,45 persen.

Menariknya, seluruh wisman masuk lewat jalur darat, yakni Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Aruk, Nanga Badau, dan Jagoi Babang. Dari sisi perjalanan domestik, Kota Pontianak tetap jadi destinasi paling diminati. Sepanjang Januari–Maret 2025, tercatat 672.764 perjalanan wisnus masuk ke Pontianak, melonjak 69,52 persen dari tahun lalu. “Sebaliknya, daerah seperti Kapuas Hulu jadi tujuan paling sepi, hanya 46.714 perjalanan dalam periode yang sama,” tambahnya.

Meski tingkat hunian hotel bintang lesu, hotel bintang empat tercatat punya TPK tertinggi, yakni 43,94 persen. Adapun tamu asing rata-rata menginap lebih lama, yakni 1,98 malam, dibanding tamu domestik yang hanya 1,43 malam. Jumlah tamu menginap pun anjlok. “Hotel bintang hanya mencatat 75.680 orang tamu sepanjang Maret 2025, turun 21,33 persen dari Februari,” tutupnya.

Terpisah, sebelumnya, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Windy Prihastari berharap pengembangan sport tourism, dan sport industry bisa jadi motor pariwisata daerah. "Olahraga yang dikombinasikan dengan wisata atau sport tourism kian berkembang dan diminati dalam beberapa tahun terakhir, seperti arum jeram, running, atletik, dan dayung. Kami berharap ke depan, tenis juga bisa menjadi bagian dari penggerak sektor pariwisata Kalbar," ujar Windy.

Menurutnya, sport tourism, dan sport industry berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, sehingga menjadi salah satu motor penggerak perekonomian daerah. "Karakteristik sport tourism, dan sport industry itu adalah bagian dari event olahraga yang menunjang pariwisata, terbukti bisa meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan," tambahnya.

Seperti diketahui, sport tourism dan sport industry adalah dua konsep terkait yang memiliki peran penting dalam perkembangan pariwisata, dan ekonomi suatu daerah. Sport tourism (wisata olahraga) adalah jenis pariwisata yang menggabungkan kegiatan olahraga dengan perjalanan wisata, sedangkan sport industry (industri olahraga) mencakup semua aktivitas yang berkaitan dengan produksi, distribusi, dan pemasaran produk serta jasa olahraga.(bar)

Editor : Hanif
#bps kalbar #Kuartal Pertama 2025 #pariwisata #kalbar #Industri Olahraga #Wisnus #wisata olahraga #bps