PONTIANAK POST – Jemaah haji dari Kalimantan Barat dikenakan biaya tambahan lokal sebesar Rp5.224.000 per orang tahun ini. Biaya itu untuk angkutan udara dari Kalbar menuju embarkasi Batam. Hal tersebut terungkap dalam SK Gubernur Kalbar Nomor 687/RO-KESRA/2025.
Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis mengatakan, biaya ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp6.000.000.
"Karena tahun ini biaya konsumsi dan transportasi lokal, termasuk DAMRI ditanggung oleh APBD Provinsi Kalimantan Barat, sementara akomodasi di Asrama Haji Pontianak disediakan secara gratis," ujarnya.
Keberangkatan jemaah haji Kalbar akan dilakukan melalui Embarkasi Batam dalam enam kloter, yaitu kloter 21, 22, 23, 25, 26, dan 27. Jemaah dijadwalkan mulai diberangkatkan pada tanggal 22 Mei 2025 hingga 30 Mei 2025. Hingga saat ini, seluruh dokumen keberangkatan dan visa 2.519 jemaah telah selesai.
Muhajirin mengatakan bahwa tahun ini jemaah haji akan menginap satu malam di Asrama Haji Pontianak sebelum diberangkatkan ke Embarkasi Batam dan menginap satu malam di Asrama Haji Batam untuk keesokan harinya berangkat menuju Jeddah dan melaksanakan ibadah haji di Makkah Al-Mukarramah.
Terkait kesiapan Asrama Haji Pontianak, ia menyampaikan bahwa Asrama Haji Pontianak telah melakukan berbagai kesiapan, termasuk fasilitas asrama haji yang memiliki kapasitas 111 kamar, dengan 4 tempat tidur per kamar sehingga mampu menampung 444 jemaah atau setara 1 kloter per harinya.
Dengan kesiapan dokumen, pemvisaan, akomodasi, dan pembiayaan yang lebih ringan, Muhajirin berharap bahwa penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan lancar dan memberikan kenyamanan khususnya bagi jemaah lansia, sesuai dengan tema yang diusung. Musim haji tahun ini mengangkat tema "Haji Ramah Lansia".
Kakanwil menyampaikan bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 1996 Tahun 2024, kuota haji reguler Indonesia untuk tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi ditetapkan sebanyak 203.320 jemaah.
Kalimantan Barat memperoleh kuota sebanyak 2.519 jemaah. Kuota ini kemudian dibagi ke seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Barat sesuai dengan SK Gubernur Kalbar Nomor 153/RO-KESRA/2025, dan telah terpenuhi seluruhnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti jemaah haji yang telah menabung cukup lama untuk pergi melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci, Makkah dan Madinah di Arab Saudi.
Karena itu, Presiden meminta kabinetnya untuk bekerja sama untuk mencari solusi untuk mengurangi biaya haji agar lebih terjangkau bagi warga Indonesia.
"Kita berjuang keras untuk menurunkan biaya haji, semurah-murah yang kita mampu," ungkap Prabowo.
"Jadi saya minta Menteri Agama, Kepala Badan Haji yang dibantu Penasehat Khusus Presiden bidang Haji untuk koordinasi sebaik-baiknya, mencari solusi untuk mengurangi biaya haji," tambahnya.
Prabowo mengklaim upaya Pemerintah RI yang sejauh ini telah menurunkan biaya haji sebesar Rp4 juta. Kendati demikian, sang Presiden RI mengaku masih belum puas terhadap biaya penurunan tersebut.
"Tapi (penurunan biaya haji) Rp4 juta saya minta dikurangi lagi karena saya belum puas," tegas Prabowo. "Kita harus yang termurah yang bisa kita capai. Kalau bisa lebih murah dari Malaysia."
Di sisi lain, Prabowo juga menyebut jamaah haji dan umroh RI mencapai lebih dari 2 juta warga. Angka tersebut mendekati 2,2 juta warga dalam satu tahun. Pada musim puncaknya, jumlah warga yang pergi ke Tanah Suci bisa mencapai 12.000 orang per hari.
Orang nomor satu di Indonesia itu menilai, angka tersebut merupakan sesuatu yang sangat besar karena kemungkinan RI merupakan negara dengan rombongan haji dan umroh terbesar di dunia.
Prabowo berjanji akan mengupayakan penurunan biaya haji melalui jalur diplomasi dengan Kerajaan Arab Saudi. "Saya sudah minta waktu untuk ketemu pimpinan negara Saudi, Kerajaan Arab Saudi. Di situ saya akan membahas upaya kita permintaan Indonesia," tungkasnya.(mrd)
Editor : Hanif