Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

36 Biksu Thudong Tiba di Candi Borobudur, Selesaikan Perjalanan Spiritual dari Thailand

Hanif PP • Minggu, 11 Mei 2025 | 09:31 WIB
LINTAS NEGARA: Para Biksu Thudong memasuki halaman Candi Borobudur dan menerima bunga sedap malam, Sabtu (10/5).
LINTAS NEGARA: Para Biksu Thudong memasuki halaman Candi Borobudur dan menerima bunga sedap malam, Sabtu (10/5).

PONTIANAK POST - Sebanyak 36 Biksu Thudong tiba di tujuan perjalanan akhir yakni di Candi Borobudur, di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar di Magelang, Sabtu (10/5), menyambut kedatangan para biksu tersebut dengan memberikan bunga sedap malam.

Irene Umar mengaku datang ke Candi Borobudur dalam rangka menyambut para Biksu Thudong yang telah berjalan kaki ribuan kilometer.

"Kita ada di sini untuk menyambut mereka. Ini menunjukkan pentingnya Candi Borobudur di mata warga Indonesia bahkan seluruh dunia," katanya.

Menurut dia, mereka sudah berjalan lintas negara supaya sampai di Candi Borobudur untuk menyambut di perayaan Waisak 2569 BE. Pada kesempatan tersebut puluhan Biksu Thudong langsung naik candi dan menggelar ritual pradaksina di stupa induk Candi Borobudur.

Sementara itu, ratusan umat Buddha dari berbagai negara mengikuti puja bakti di Taman Aksobya, Kawasan Candi Borobudur. Dalam kegiatan tersebut, mereka memanjatkan doa khusus untuk kedamaian Indonesia dan dunia.

Ketua Panitia Nyingma Monlam Chenmo Indonesia 2025, Lama Rama Santoso Liem menyampaikan suasana Puja Bakti ini digelar hingga dua hari ke depan dimulai dari pagi hingga sore.

"Puja bakti ini berbeda dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya yakni setiap umat membawa alat musik sendiri. Doa perdamaian dunia ini pun berlangsung khidmat," katanya.

Ia mengatakan bahwa puja atau doa ini merupakan bagian dari acara Waisak dan tata cara berdoa ini sudah dikenal sejak dulu di berbagai negara. "Tahun lalu kita lakukan adalah Nyingma Monlam. Puja ini sudah dikenal dan viral mulai di Pegunungan Himalaya dan sudah menurun ke Asia Tenggara dan Timur. Dan kegiatan ini sudah dilakukan di berbagai daerah di Malaysia, Singapura, Taiwan dan Hongkong," katanya.   

Selain dari Indonesia, peserta doa perdamaian ini juga diikuti berbagai negara sahabat seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.   

"Dalam doa biasanya setelah puja diselingi musik tapi di puja ini setiap puja harus memiliki musik tersendiri. Dan para peserta puja harus memiliki alat musik sendiri. Damaru dan lonceng kecil," katanya.

Selain untuk kebaikan umat, mereka juga mendoakan agar Indonesia maupun dunia dapat hidup rukun, damai tanpa ada ketegangan. Menurutnya doa yang diikuti oleh lantunan musik ini baru pertama kali digelar di Indonesia.

"Ini doa aspirasi untuk kedamaian dunia dan NKRI. Mencoba menghadirkan upacara ini di Indonesia," katanya.(ant)

Editor : Hanif
#thailand #biksu thudong #candi borobudur #waisak #perjalanan spiritual