Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Wako Pontianak Pastikan Korban Kebakaran di Kampung Beting Segera Dapatkan Bantuan

Mirza Ahmad Muin • Sabtu, 17 Mei 2025 | 12:51 WIB

 

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono langsung meninjau lokasi kebakaran di Kampung Beting yang menghanguskan tujuh rumah warga.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono langsung meninjau lokasi kebakaran di Kampung Beting yang menghanguskan tujuh rumah warga.

 

 

PONTIANAK POST - Musibah kebakaran di permukiman padat penduduk di Tanjung Baladewa, Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur menyisakan puing-puing bangunan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.

Kebakaran bermula dari lantai atas sebuah rumah milik warga. Api kemudian merembet hingga ke rumah-rumah sekitar. Total tujuh rumah hangus dilahap si jago merah. 

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turun langsung menuju ke lokasi pada pukul 15.15 WIB dengan menumpang speedboat menyeberangi sungai. Di lokasi kebakaran, Edi meninjau kondisi korban dan memberikan instruksi penanganan cepat kepada perangkat daerah terkait.

“Ini korbannya ada tujuh rumah yang habis terbakar, dan lebih dari tujuh kepala keluarga terdampak. Satu rumah bisa dihuni tiga sampai empat kepala keluarga. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (16/5).

Berbagai instansi terkait dikerahkan untuk menyiapkan bantuan darurat. Dinas Sosial menyediakan bahan makanan pokok, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menurunkan bantuan berupa selimut, kompor, dan peralatan dapur. Palang Merah Indonesia (PMI) juga turut menyalurkan bantuan pakaian dan perlengkapan harian.

Saat ini para korban sementara menumpang di rumah keluarga dan tetangga terdekat. Pemerintah Kota Pontianak sedang melakukan pendataan untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk bantuan perbaikan rumah.

“Kita akan lihat dulu tingkat kerusakan rumahnya. Kalau memang perlu, nanti kita bantu untuk bantuan bedah rumah,” kata Edi.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pontianak.

“Cuaca sekarang memang semakin panas. Saya imbau masyarakat untuk rutin mengecek instalasi listrik dan tidak membakar sembarangan, karena bisa memicu kebakaran,” terangnya.

Pemerintah Kota Pontianak juga mengajak masyarakat dan organisasi sosial untuk turut bergotong-royong membantu meringankan beban para korban, baik melalui donasi maupun dukungan moral.

Salah satu korban, Syarifah Fardiana yang tinggal bersama anak, cucu, dan keluarganya menceritakan detik-detik kebakaran yang menghanguskan rumah dan harta bendanya. Saat kejadian, ia sedang menimang cucunya di dalam rumah.

“Api datang dari atas, dari rumah tetangga. Saya tengah menggendong cucu, anak saya masih tidur di atas. Saya langsung panik, cuma bisa selamatkan anak dan cucu. Barang tak bisa diselamatkan, api sudah besar sekali,” tuturnya dengan suara bergetar.

Syarifah Fardiana yang kesehariannya berjualan jajanan sosis mengaku tidak sempat mengambil barang berharga, termasuk uang simpanan dan perlengkapan dagangannya. Ia hanya berhasil menyelamatkan diri dan keluarga. Ia kehilangan seluruh perlengkapan usaha dagangnya seperti gerobak, pembakar, dan bahan makanan. Bahkan, uang hasil pinjaman dari lembaga keuangan untuk modal usaha yang baru ia terima pun ludes tak bersisa.

“Duit saya tinggal 500 rupiah di tangan ini. Jualan habis, baju anak-anak habis, tempat tidur, semuanya habis. Saya baru dapat pinjaman untuk modal usaha hampir 5 juta, itu pun ikut terbakar,” ucapnya lirih.

Suami Syarifah Fardiana, Sayuti Arani dan keluarga besar yang terdiri dari delapan orang termasuk anak dan menantu, juga turut kehilangan tempat tinggal. Rumah yang selama ini mereka tempati kini hanya menyisakan puing-puing.

“Untung anak saya yang sedang tidur bisa diselamatkan. Kalau terlambat sedikit saja, bisa lain ceritanya,” ungkapnya.

Kini, para korban termasuk keluarga Syarifah Fardiana terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga terdekat. Mereka berharap ada bantuan dari pemerintah dan dermawan untuk bisa memulai kembali kehidupan yang baru.(iza/r)

Editor : Miftahul Khair
#kebakaran #bantuan #kampung beting #Wako Pontianak