Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Nobar Film Jumbo Jadi Cara POPTI Kalbar Edukasi dan Motivasi Anak Thalasemia

Idil Aqsa Akbary • Sabtu, 17 Mei 2025 | 13:13 WIB
Ketua POPTI Kalbar, Windy Prihastari foto bersama usai nobar film Jumbo di XXI Ayani Mega Mall, Kamis (15/5).
Ketua POPTI Kalbar, Windy Prihastari foto bersama usai nobar film Jumbo di XXI Ayani Mega Mall, Kamis (15/5).

PONTIANAK POST – Suasana haru dan ceria mewarnai studio XXI Ayani Mega Mall, Kamis (15/5) malam, saat puluhan anak penyandang thalasemia diajak nonton bareng (nobar) film animasi Jumbo bersama Ketua Perhimpunan Orangtua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Kalbar, Windy Prihastari.

Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati Hari Thalasemia Sedunia 2025 yang mengangkat tema, Thalasemia: Menyatukan Komunitas, Memprioritaskan Pasien. Windy menyampaikan, tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas hidup, dan akses perawatan bagi pengidap thalasemia.

“Tema ini menggarisbawahi bahwa mengatasi thalasemia membutuhkan upaya bersama, tidak hanya dari pasien dan keluarganya, tetapi juga dari tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, serta kelompok pendukung lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan yang berpusat pada pasien sangat krusial agar kualitas hidup pengidap bisa meningkat secara menyeluruh, mencakup aspek medis, emosional, hingga sosial.

“Selain itu, promosi skrining dini juga sangat penting untuk deteksi, dan penanganan thalasemia sejak awal, sehingga dapat mengurangi dampak penyakit ini pada para pengidap,” jelas Windy.

Windy juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli, dan membangun kesadaran akan perjuangan penyandang thalasemia, yang tak hanya soal medis, tapi juga menyangkut tantangan sosial, dan ekonomi.

“Dengan menyatukan komunitas, dan memprioritaskan kebutuhan pasien, diharapkan kami dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, dan mendukung bagi para pengidap thalasemia,” katanya.

Film Jumbo yang diputar dalam nobar tersebut tak hanya menyuguhkan hiburan, tapi juga sarat makna. Film itu mengisahkan sosok anak bertubuh besar bernama Jumbo yang belajar mencintai dirinya di tengah ejekan, dan prasangka.

Windy terharu dengan pesan yang disampaikan film tersebut. Ia bahkan mengutip lirik lagu dari film yang dianggap sangat menyentuh hati. “Lagu dari film Jumbo ini juga sangat menyentuh hati, seperti pada lirik, anakku ingatlah semua lelah, tak akan tersia. Usah kau, takut pada keras dunia. Lirik ini menjadi simbol motivasi bagi para pejuang kecil kita,” tuturnya.

Menurut Windy, kegiatan nobar itu telah menjadi agenda rutin tahunan POPTI Kalbar, yang selalu melibatkan anak-anak penyandang thalasemia bersama keluarga mereka. Tak hanya itu, sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak yang tergabung dalam komunitas Sahabat Thalassemia juga turut hadir memberikan semangat, dan dukungan secara langsung.

Seperti diketahui, film Jumbo sendiri telah ditonton lebih dari sembilan juta orang hingga pertengahan Mei 2025, menjadikannya salah satu film animasi Indonesia tersukses secara komersial. Film itu disutradarai oleh Ryan Adriandhy, dalam debut penyutradaraannya, dengan deretan pengisi suara ternama seperti Prince Poetiray, Quinn Salman, Bunga Citra Lestari, hingga Ariel Noah.

Bagi Windy, film itu menjadi sarana edukasi yang menyenangkan sekaligus menyentuh. Ia berharap, semangat dari film, dan suasana kebersamaan dalam kegiatan itu mampu menjadi suntikan motivasi bagi anak-anak penyandang thalasemia, dan keluarga mereka.

“Lewat kisah persahabatan, perjuangan, dan keberanian melawan prasangka, film ini menyampaikan pesan penting tentang penerimaan diri, empati, dan kekuatan cinta keluarga. Pesan itu pula yang ingin kami sampaikan ke anak-anak yang hadir,” katanya. (bar)

Editor : Miftahul Khair
#film #thalasemia #jumbo #POPTI #edukasi