Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Gubernur Ria Norsan Resmi Tutup Pekan Gawai Dayak ke-39 di Pontianak

Hanif PP • Senin, 26 Mei 2025 | 01:35 WIB
PENUTUPAN: Gubernur Ria Norsan saat tutup Pekan Gawai Dayak ke-39 di Pontianak, sabtu (24/05)
PENUTUPAN: Gubernur Ria Norsan saat tutup Pekan Gawai Dayak ke-39 di Pontianak, sabtu (24/05)

PONTIANAK POST - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan didampingi Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan secara resmi menutup Pekan Gawai Dayak ke-39 bertempat di Rumah Radakng Pontianak, Jum'at (24/5/2025) malam.

Penutupan acara ini ditandai dengan pemukulan kangkuang sebanyak tujuh kali oleh Gubernur Kalimantan Barat dengan disaksikan ribuan mata oleh masyarakat yang hadir memadati Rumah Radakng, Pontianak.

Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh panitia pelaksana, dewan Adat Dayak, para peserta gawai, tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

“Penghormatan khusus saya sampaikan kepada seluruh sub-suku Dayak yang telah mempersembahkan kekayaan budaya masing-masing dalam semangat persaudaraan dan gotong royong yang luar biasa,” kata Gubernur Ria Norsan.

Ria Norsan menyebutkan bahwa Pekan Gawai Dayak 2025 telah mempersembahkan rangkaian kegiatan yang kaya akan nilai budaya dan sarat makna.

“Kita telah menyaksikan pembukaan yang sakral dengan upacara adat, serta berbagai kegiatan seperti Festival Budaya Dayak yang menampilkan lomba tarian tradisional, lomba melukis perisai, lomba memasak kuliner berbahan ikan, sastra lisan, dan lomba lagu Dayak,” tambahnya.

Dirinya juga mengapresiasi Pekan Gawai Dayak tahun ini kembali masuk dalam 5 besar nominasi Kharisma Event Nusantara (KEN), sebagaimana juga terjadi pada tahun lalu.

“Artinya, dua tahun berturut-turut event budaya ini telah mendapat perhatian nasional sebagai salah satu yang terbaik dari Kalimantan Barat. Kita berharap, tahun depan Gawai Dayak bisa benar-benar masuk dan ditetapkan secara resmi dalam jajaran event unggulan KEN, sehingga gaung budaya Dayak Kalbar semakin terdengar di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Ria Norsan.

Selain itu, Ria Norsan yang baru saja menyelesaikan gelar Doktor tersebut menyoroti dampak positif terhadap berbagai sektor, terutama peningkatan pelaku UMKM.

“Perputaran ekonomi masyarakat meningkat, sektor UMKM dan ekonomi kreatif tumbuh pesat, serta sektor transportasi, kuliner, dan penginapan lokal mengalami lonjakan permintaan,” tuturnya.

Gubernur Ria Norsan menutup sambutannya dengan berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya Dayak dan penyelenggaraan event-event budaya lainnya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

“Semoga Gawai Dayak ke depan bisa semakin profesional, inklusif, dan membawa dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat dan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal,” pungkasnya.

Sebelum meninggalkan lokasi acara, Gubernur Ria Norsan diminta untuk menobatkan Bujang dan Dara Dayak. Penobatan itu sendiri ditandai dengan membacakan Surat Keputusan (SK) kemudian dilanjutkan dengan menyerahkan plakat kepada kedua Bujang dan Dara tersebut.

Tak hanya sampai disitu, penutupan Pekan Gawai Dayak ke 39 semakin tampak meriah dengan penampilan Gubernur dan Wagub dengan menyanyikan sebuah lagu dengan disambut tepuk tangan oleh seluruh pengunjung yang hadir pada malam penutupan acara yang rutin dilaksanakan di kawasan rumah adat kebanggaan warga Dayak Kalimantan Barat tersebut.

Di penghujung Pekan Gawai Dayak ke-39 yang meriah, Gubernur Ria Norsan secara resmi menutup perhelatan akbar ini dengan harapan besar akan masa depan budaya Dayak. Keberhasilan Gawai Dayak masuk dalam 5 besar nominasi Kharisma Event Nusantara (KEN) selama dua tahun berturut-turut menjadi bukti pengakuan nasional.

Komitmen Gubernur untuk terus mendukung pelestarian budaya, pengembangan UMKM, dan peningkatan perputaran ekonomi lokal, menegaskan bahwa Gawai Dayak bukan hanya perayaan tradisi, tetapi juga motor penggerak pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan profesional, serta membawa manfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat. (*/r)

Editor : Hanif
#ria norsan #Gawai Dayak #Pekan Gawai Dayak 2025 #gubernur #dayak #Lestarikan Budaya