Tim Sepak Bola U-12 Putri Miftah Khatulistiwa FC Pontianak mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih juara pertama pada ajang Sarawak International Youth Championship 2025, yang berlangsung 31 Mei hingga 1 Juni di Stadium Sarawak, Kuching, Malaysia.
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
PONTIANAK POST - Selain mempertandingan kategori putra kelompok umur, di tahun ini Turnamen Sepak Bola Sarawak International Youth Championship 2025 di Kuching Malaysia, juga menyelenggarakan turnamen sepak bola putri kelompok umur 12 tahun.
Miftah Khatulistiwa, perwakilan klub sepak bola Kota Pontianak juga ikut berkontestasi dalam turnamen ini. Mereka bersaing dengan enam tim lain. Diantaranya dua tim perwakilan dari Indonesia dan empat tim Malaysia, termasuk tim National Football Development Program (NFDP) Sarawak, tim binaan resmi Football Association of Malaysia (FAM).
“Alhamdulilah kami berhasil menjadi juara dalam turnamen ini. Memang di pertandingan ini terutama saat fase liga, kami sempat kalah melawan NFDP Sarawak dengan skor 1-3,” ungkap Pelatih Miftah Khatulistiwa, Miftahhurrahman.
Dari kekalahan awal ini, membuat dirinya melakukan banyak evaluasi untuk pertandingan selanjutnya. Dia pun menganalisis permainan lawan sekaligus menyusun strategis untuk memutus aliran bola ke pemain andalan tim lawan.
Hasil evaluasi tersebut diterapkan di pertandingan selanjutnya. Bersyukur anak-anak bisa bermain disiplin sesuai rencana. Mereka juga tidak demam panggung. Alhasil mereka bisa mencetak gol kemenangan demi kemenangan.
Dari catatannya, Miftah bisa mencetak lima kemenangan dan satu kali kekalahan di awal babak penyisihan grup. Lebih membanggakan dari enam pertandingan dimainkan, Miftah mampu mencetak 46 gol dan hanya lima kali kebobolan.
Di laga final kata dia, Miftah kembali bertemu tim NFDP. Miftah sudah belajar dari kekalahan pertamanya. Anak-anak juga sudah memahami karakter dari pemain lawan. Ketika di lapangan pertandingan di babak final berjalan sengit. Duel fisik tak terhindarkan. Bahkan beberapa kali pemain Miftah jatuh bangun.
Membela nama Indonesia, anak-anak bermain spartan. Alhasil di pertandingan final itu, Miftah mampu mencuri melalui gol semata wayang dari Zahara Aprilliya. Penyerang andalan Miftah itu berhasil membawa Miftah juara di turnamen tersebut.
Pada turnamen tersebut striker Miftah, Zahara juga membukukan nama sebagai top skor. Dia berhasil menorehkan 22 gol. Gemilang. Selain Zahara, Miftah juga diperkuat beberapa pemain andalannya. Di antaranya Assifa Islam Maulana (Kapten Mikhayla Alifa Rahman, Rizqueen Azzahra Fachrazi, Desiya Amelia dan Alika Naila Putri.
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan sepak bola usia dini putri di Kalimantan Barat dan bukti nyata bahwa pembinaan yang konsisten dapat menghasilkan prestasi membanggakan di level internasional.(*)
Editor : Hanif