PONTIANAK POST - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menerima audiensi jajaran pengurus PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalbar di Ruang Praja 1, Kantor Gubernur, Senin (2/6). Agenda tersebut membahas program 100 hari kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PKC PMII Kalbar Sukron menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah cepat yang diambil gubernur dalam mewujudkan komitmen pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dan penanganan isu strategis daerah.
Dia mengatakan, PMII siap mengawal dan mendukung program 100 kerja yang merupakan titik awal dalam pembangunan Kalbar lima tahun mendatang.
"Kami siap mengawal dan mendukung program 100 hari kerja gubernur. Terutama yang menyentuh kepentingan masyarakat luas, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan," ujarnya.
Namun, PMII juga ingin memastikan bahwa kebijakan-kebijakan tersebut berpihak kepada masyarakat kecil, inklusif dan berkelanjutan yang tidak lepas dari pengaruh penting dari kebijakan pemerintah daerah dan pusat.
Dia meminta komitmen gubernur untuk megimplementasikan program 100 hari kerja yang berkaitan dengan visi misi. Diantaranya pembangunan infrastruktur, pendidikan gratis untuk SMA dan SMK swasta serta pelayanan kesehatan. "Dan rencana jangka panjang yang akan dilaksanakan," jelasnya.
Di sisi lain, Sukron turut mengapresiasi sambutan Gubernur Ria Norsan, yang dinilai terbuka dan responsif terhadap masukan-masukan dari kalangan muda. Forum dialog seperti ini, menjadi penting untuk kepentingan umum.
"Mengapresiasi pentingnya dialog dengan ramah dalam forum dengan yang santun. Menyampaikan kritik melalui diskusi demi kepentingan umum. Pak Gubernur siap menerima kritikan dan usulan yang membangun," jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan berharap PMII dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah. Dia meminta mahasiswa dapat mengambil peluang sebagai generasi emas 2045.
"Sehingga bisa mendorong peningkatan IPM Kalbar agar lebih baik dengan target peringkat 15 nasional," jelasnya.
Norsan menegaskan akan terbuka dengan masukan-masukan serta kritik untuk perbaikan pembangunan daerah ke depan. Suara mahasiswa menjadi pengingat bagi pemerintah untuk tetap berada di jalur yang benar. (mse/r)
Editor : Hanif