PONTIANAK POST - Kuliah umum dan seminar nasional yang digelar Yayasan Alqadrie Center (YAC) bekerja sama dengan Universitas PGRI diharapkan dapat menginspirasi generasi muda.
Kegiatan berbentuk dialog ini melibatkan peserta dari kalangan dosen, mahasiswa juga umum. Diawali dengan Bedah Buku Biografi Syarif Ibrahim Alqadrie. Mantan Guru Besar Fisipol Universitas Tanjungpura itu merupakan sosok yang menginspirasi. Ia tak hanya aktif dalam dunia pendidikan, tetapi juga menulis buku.
Wawasannya yang mendalam tentang kehidupan dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda dalam menghayati nilai-nilai keilmuan, integritas, kerja keras dan pengabdian yang telah dilakukannnya. Ia juga mendirikan Yayasan Pusat Al-Qadrie, yayasan Sosial dan kependidikan nirlaba yang menaungi dan membantu anak-anak asuh, yatim piatu, fakir miskin dan anak-anak Palestina.
Kegiatan dilanjutkan dengan Kuliah Umum yang disampaikan Kyle Clark, dosen dan peneliti dari Evansville University, Evansville, Indiana, USA. Kehadiran Clark menambah wawasan keilmuan peserta.
Penelitian Clark tentang "The Role of Ancestors in Iban Tradisional Religion," itu memberikan gambaran mengenai peran nenek moyang dalam agama masyarakat Iban di Kapuas Hulu. "Saya melakukan pengumpulan data selama 6 bulan, dan penelitian saya membutuhkan waktu 10 bulan," ujar Clark saat sesi tanya jawab.
Clark harus belajar memahami dua bahasa selain bahasa Indonesia juga bahasa Iban.
Tentu ini menjadi tantangan tersendiri baginya. Belajar berbahasa setempat, menjadi cara Clark untuk membaur dengan masyarakat. "Dengan membaur bersama masyarakat, kita dapat lebih banyak informasi yang dibutuhkan," katanya. (mrd)
Editor : Hanif