PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya menekan angka kematian ibu, terutama pada masa kehamilan hingga persalinan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, Harisson Azroi, menyatakan bahwa meski angka kematian ibu di Kalbar sudah relatif rendah, tetapi tetap harus menjadi perhatian serius.
Menurut Harisson, salah satu tantangan terbesar adalah akses pelayanan kesehatan yang masih sulit dijangkau oleh masyarakat, khususnya di daerah-daerah terpencil.
Banyak warga yang tinggal jauh dari puskesmas atau rumah sakit. Sementara fasilitas kesehatan kecil seperti Pustu atau Poskesdes belum bisa memberikan layanan lengkap karena keterbatasan alat dan tenaga medis yang kompeten.
“Yang punya fasilitas lengkap itu sebenarnya ada di rumah sakit. Jadi kita harus pastikan infrastruktur memadai agar ibu hamil bisa cepat sampai ke rumah sakit saat dibutuhkan,” ujar Harisson.
Selain infrastruktur, pemerintah juga fokus meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan serta kesadaran masyarakat , terutama para ibu hamil dan keluarganya. Mereka perlu tahu tanda-tanda bahaya dalam kehamilan, agar bisa segera mencari pertolongan medis lebih lanjut.
“Jangan sampai mereka tidak mengenali gejala darurat, sehingga penanganan jadi terlambat,” tambahnya.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat terus menekan risiko kematian ibu dan menjaga kesehatan ibu serta bayi sejak awal kehamilan hingga proses persalinan. (den)
Editor : Miftahul Khair