PONTIANAK - Ketua Komisi III DPRD Kota Pontianak Candra Jaya mengatakan proses seleksi anggota dewan pengawas dari unsur independen untuk Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak kembali diperpanjang waktunya.
Dia berharap, siapapun anggotanya, ke depan PDAM dapat lebih berinovasi sehingga pelayanan air bersih untuk masyarakat Pontianak dapat semakin baik.
“Berkaitan dengan seleksi anggota dewas dari unsur independen PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak periode 2025-2029 diperpanjang. Sesuai dengan pengumumannya peluang ini dibuka kepada masyarakat umum untuk mengisi jabatan dewas PDAM Pontianak yang waktu itu dibuka dari 3 sampai 13 Juni. Saya dengan ini waktunya kembali diperpanjang,” ujar Jaya kepada Pontianak Post, Jumat (20/6).
Info terbarunya penerimaan dewas dari unsur independen kembali diperpanjang oleh PDAM Pontianak. Waktunya selama tujuh hari kerja, dimulai dari 18 Juni sampai dengan 26 Juni.
Dia mengajak semua masyarakat Pontianak yang kompeten dan memiliki pengalaman dalam kepengurusan tata kelola air bersih dapat mendaftarkan diri sebagai dewas dari unsur independen.
“Dengan adanya pembukaan seleksi ini, selain memberikan kesempatan kepada masyarakat, pemerintah juga berupaya mencari kandidat yang tepat dan memenuhi kriteria sesuai kebutuhan PDAM Kota Pontianak. Untuk itu seleksi ini memerlukan tahapan dan persyaratan harus dipenuhi dan pastinya lebih transparan,” ungkapnya.
Kaitan dengan perpanjangan waktu pembukaan seleksi dewas jalur independen, dia juga akan berkoordinasi dengan pihak panitia seleksi. Sebab, informasi update tentang proses seleksi ini juga diketahui oleh Komisi III DPRD Pontianak. Ini juga bagian dari transparannya proses seleksi.
Secara keseluruhan kata dia, PDAM Pontianak kinerjanya semakin baik. Cakupan air bersih yang dirasakan masyarakat juga mencapai 90 an persen. Memang diakui, terdapat kebocoran pada beberapa wilayah yang kerap dikeluhkan masyarakat. terutama di daerah Jalan Perdana dan Pal Sungai Jawi. Kaitan hal tersebut secara bertahap sudah dilakukan perbaikan dengan penggantian pipa yang umurnya sudah tua.
Selain itu, dimintanya agar ke depan PDAM bisa melakukan banyak inovasi. Termasuk produksi air yang sampai ke keran masyarakat dapat terus ditingkatkan. Sebab sebagian masyarakat masih kerap mengeluh pada produksi air yang masih belum jernih. Ini terjadi ketika Pontianak dilanda musim kemarau.(iza)
Editor : Hanif