Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Art Borneo 2025 Diharap Jadi Agenda Tahunan di Pontianak

Idil Aqsa Akbary • Rabu, 2 Juli 2025 | 01:32 WIB
MENIKMATI: Sejumlah pengunjung tampak mengambil foto bersama karya seni yang ditampilkan dalam Kegiatan Art Borneo 2025.
MENIKMATI: Sejumlah pengunjung tampak mengambil foto bersama karya seni yang ditampilkan dalam Kegiatan Art Borneo 2025.

PONTIANAK POST – Direktur Art Borneo 2025, Annisa Fitri Yusuf berharap pameran seni rupa lintas negara yang sukses digelar di Gedung Dekranasda Kalimantan Barat (Kalbar) pada 20-28 Juni 2025 lalu, dapat menjadi agenda rutin tahunan di Kota Pontianak.

Menurutnya, meski pertama kali digelar, antusiasme masyarakat terhadap Art Borneo tahun ini sangat tinggi. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah, termasuk dari luar negeri, tercatat menghadiri pameran sejak hari pertama pembukaan, Jumat (20/6).

“Alhamdulillah antusiasnya luar biasa. Banyak yang datang dari Sarawak, Sabah, Kuala Lumpur, bahkan dari Jakarta. Ini menunjukkan bahwa seni bisa menjadi ruang temu lintas negara dan lintas budaya,” ujarnya.

Annisa menilai, Art Borneo bukan sekadar pameran seni, tetapi juga ruang dialog dan pertukaran gagasan. Selain menampilkan karya 32 seniman dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, kegiatan itu juga diisi dengan diskusi terbuka, artist talk, lokakarya, serta sarasehan budaya.

“Semoga Art Borneo bisa diselenggarakan setahun sekali, atau minimal dua tahun sekali. Ini bukan hanya kegiatan seni, tapi juga ruang pertemuan yang memperkuat solidaritas budaya Borneo,” katanya.

Art Borneo 2025 sendiri mengusung tema utama “Bala Dingan” yang berarti “teman seperjalanan”. Subtema tahun ini adalah “Rhizome dan Interkoneksi”, yang mendorong kesadaran ekologis dan keterhubungan lintas batas melalui praktik seni yang tidak berorientasi pada eksploitasi, tetapi pada relasi dan keberlanjutan.

Kurator Indonesia, M. Faozi Yunanda, menyebut pameran ini sebagai bentuk refleksi bersama atas hubungan manusia dan alam di kawasan Borneo yang kaya akan nilai budaya dan ekologi. Pameran yang berlangsung 20-28 Juni 2025, dan terbuka untuk umum itu, setiap harinya mampu menyedot pengunjung hingga ribuan orang.(bar)

Editor : Hanif
#seni rupa #pameran #lintas negara #kalbar #Art Borneo 2025 #pontianak #acara tahunan