Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Ria Norsan Apresiasi Peran KAHMI dalam Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Novantar Ramses Negara • Jumat, 11 Juli 2025 | 13:55 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan saat berfoto bersama di acara Rakornas I dan Silatnas Kahmi.
Gubernur Kalbar Ria Norsan saat berfoto bersama di acara Rakornas I dan Silatnas Kahmi.

PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang dinilainya telah banyak berkontribusi di berbagai sektor strategis nasional. Menurutnya, keberadaan para alumni HMI dalam berbagai posisi kepemimpinan menjadi bukti nyata bahwa organisasi ini terus hadir membawa manfaat bagi masyarakat luas.

“KAHMI adalah organisasi besar. Banyak alumninya menjadi pemimpin bangsa. Ribuan yang hadir hari ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kontribusi nyata KAHMI untuk Indonesia,” ujar Norsan usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) I dan Silaturahmi Nasional (Silatnas) KAHMI 2025 di Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif KAHMI dalam mendukung Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan energi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Barat. Hal ini, katanya, sangat selaras dengan tantangan nasional yang tengah dihadapi saat ini.

Rakornas dan Silatnas KAHMI tahun ini mengangkat tema “Wujudkan Ketahanan Pangan dan Kemandirian Energi untuk Kesejahteraan Rakyat” dan dihadiri ribuan alumni HMI dari seluruh Indonesia. Acara tersebut dibuka langsung oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman serta dihadiri para tokoh nasional, kepala daerah, dan pimpinan KAHMI dari berbagai wilayah, termasuk Sekretaris Daerah Kalbar sekaligus Ketua KAHMI Kalbar, dr. H. Harisson, M.Kes.

Saat sambutan, Menteri Amran menyoroti tantangan global yang mempengaruhi ketahanan pangan, termasuk di Indonesia. Ia memaparkan bahwa lebih dari 750 juta penduduk dunia kekurangan gizi dan 53 negara berada dalam kondisi rawan pangan. Di Indonesia sendiri, sekitar 6,5 persen masyarakat terdampak krisis pangan, terutama selama musim panas ekstrem.
“Kondisi pangan dan energi kita tidak dalam keadaan baik-baik saja. Bung Karno sudah menegaskan bahwa jika pangan bermasalah, maka negara ikut bermasalah,” tegas Amran.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah tengah memacu proyek strategis nasional, termasuk pengembangan kawasan pangan berskala besar di Papua Selatan, tepatnya Merauke. Kawasan ini diproyeksikan menjadi sentra pangan terbesar dunia dengan potensi mencapai satu juta hektare, yang diyakini mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional hingga satu abad ke depan tanpa bergantung pada impor.

Amran menegaskan pentingnya efisiensi anggaran dan reformasi birokrasi, termasuk pelarangan rapat di hotel, guna mengalihkan anggaran ke hal-hal yang lebih mendesak seperti pembangunan irigasi dan pengadaan pompa untuk petani.

Sementara itu, Ketua KAHMI Kalbar, Harisson menyampaikan bahwa KAHMI akan terus menjaga semangat intelektualitas, integritas, dan soliditas dalam mendorong kemajuan Kalbar. Ia mengajak seluruh kader KAHMI untuk bersinergi mendukung pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
“Melalui kekuatan intelektual dan karakter kader KAHMI, kita tetap solid membangun Kalbar dan terus mendukung langkah-langkah pemerintah menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama,” tegasnya.

Rakornas dan Silatnas KAHMI 2025 ini akan berlangsung selama tiga hari. Selama kegiatan, para peserta akan mengikuti berbagai forum diskusi strategis, temu alumni, serta merumuskan agenda kerja organisasi untuk lima tahun mendatang. (mse)

Editor : Hanif
#ria norsan #kahmi #harisson #gubernur kalbar #Sektor Strategis #ketahanan pangan #hmi #peran alumni