PONTIANAK POST - Pemprov Kalbar menyatakan kesiapan penuh mendukung penataan ruang laut sebagai fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi biru dan percepatan pembangunan wilayah pesisir dan kepulauan.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menegaskan bahwa Kalbar siap mengambil peran aktif dalam mewujudkan tata ruang laut yang terencana, inklusif, dan berkelanjutan.
“Kalbar siap berperan aktif dalam implementasi tata ruang laut yang mendorong pertumbuhan ekonomi biru serta pembangunan pesisir secara terencana dan inklusif,” kata Norsan di Pontianak, Rabu (17/7/2025).
Norsan menjelaskan bahwa wilayah Kalimantan Barat memiliki garis pantai yang panjang dan laut yang luas, yang menyimpan potensi ekonomi sangat besar. Ia menekankan pentingnya optimalisasi potensi ini melalui zonasi laut berbasis kearifan lokal dan prinsip keberlanjutan.
“Penataan ruang laut yang terintegrasi dengan darat akan membuka konektivitas baru, memperkuat investasi sektor kelautan, mulai dari perikanan, pariwisata bahari, transportasi laut, hingga energi dan sumber daya mineral,” jelasnya.
Pemprov Kalbar juga menargetkan pelaksanaan zonasi laut yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut. Fokus utama diarahkan pada penguatan kawasan konservasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Norsan menambahkan, dengan tata ruang laut yang tepat, Kalbar bisa membuka akses baru bagi investasi swasta dan publik, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Ia mendorong agar sinergi antara pusat dan daerah terus ditingkatkan demi mewujudkan pembangunan yang adil dan ramah lingkungan.
“Ini bukan hanya soal zonasi, tapi strategi besar untuk menyelamatkan dan mengelola laut demi masa depan masyarakat,” tegasnya.(*/ant)
Editor : Hanif