PONTIANAK POST — Gelaran puncak Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) Kalimantan Barat 2025 berlangsung meriah di Pendopo Gubernur Kalbar pada Sabtu (20/7) malam. Ajang ini berhasil melahirkan para remaja inspiratif dari berbagai kabupaten/kota yang siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Hasil akhir pemilihan menetapkan Agdo Vi’in dari Kabupaten Sanggau sebagai Juara 1 Putra, dan Amiza Sellomitha dari Kabupaten Kapuas Hulu sebagai Juara 1 Putri Duta Genre Kalbar 2025.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Nuryamin, menyatakan rasa bangga atas semangat luar biasa para remaja peserta.
"Dapat kita lihat sendiri, bagaimana semangat dan emosional anak-anak dalam ajang ini. Remaja adalah generasi penerus yang harus diberi ruang dalam pembangunan, bukan hanya pembangunan infrastruktur tapi juga pembangunan manusia yang tak kalah penting," ujarnya.
Menurut Nuryamin, remaja yang berkarakter kuat sangat penting dalam upaya mencapai bonus demografi. Ia juga menekankan agar pemerintah kabupaten/kota membuka ruang bagi para remaja untuk mengembangkan diri dan menyalurkan energi serta aspirasi mereka.
"Remaja harus diberi tempat. Jangan sampai kita abai. Duta Genre dari Kapuas Hulu dan Sanggau membuktikan bahwa potret remaja potensial itu ada di mana saja, bahkan dari daerah yang jauh sekalipun," tambahnya.
Sementara itu, Bunda Genre Kapuas Hulu, Angle Fransiskus Diaan, menyampaikan rasa haru dan bangganya atas keberhasilan Amiza.
"Saya merasa senang sekali, dari awal sudah dikawal sejak di tingkat kabupaten. Kami menyaksikan sendiri proses dan kerja keras mereka. Hasilnya luar biasa," katanya.
Ia berharap pada ajang pemilihan Duta Genre tingkat nasional mendatang, para perwakilan Kalbar dapat tampil maksimal dan membawa pulang prestasi.
"Duta Genre adalah agen perubahan. Mereka harus tetap berperan aktif menyuarakan edukasi ke remaja lain, seperti mencegah pernikahan usia dini, seks bebas, dan stunting," tegasnya.
Upaya ini, menurutnya, tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Sinergi dengan PKK dan lembaga terkait juga terus digiatkan agar gerakan edukasi terhadap remaja bisa berjalan lebih masif dan efektif. (sti/r)
Editor : Hanif