Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Respons Wafatnya Rio Fanderi, Rektor IAIN Pontianak Tegaskan Komitmen Ungkap Kebenaran

Siti Sulbiyah • Senin, 21 Juli 2025 | 14:41 WIB
Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Syarif, S.Ag., MA
Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Syarif, S.Ag., MA

PONTIANAK POST - Rektor IAIN Pontianak, Syarif merespons wafatnya Rio Fanderi, mahasiswa semester akhir Program Studi Hukum Keluarga Islam di kampus yang dipimpinnya. Ia menegaskan bahwa IAIN Pontianak sangat terbuka terhadap segala upaya pengungkapan kebenaran dan berkomitmen menjadi bagian dari penyelesaian kasus ini secara bermartabat.

“Atas nama institusi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga ananda Rio Fanderi. Kami turut berduka dan sangat memahami duka keluarga. IAIN Pontianak akan berada di barisan terdepan untuk memastikan setiap proses berjalan dengan adil dan transparan," ungkap Syarif dalam keterangan tertulis, Senin (21/07).

Pihaknya menginstruksikan PKBH IAIN untuk mengawal sepenuhnya kasus ini. Pihaknya membuka diri terhadap semua pihak dalam rangka mencari kebenaran.

"Kampus adalah rumah bersama, dan kami tidak akan membiarkan satu pun anggota keluarga besar kami berjalan sendiri dalam situasi seperti ini," tuturnya.

Rio Fanderi, merupakan mahasiswa asal Sungai Nipah, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, dinyatakan meninggal dunia pada Kamis, 17 Juli 2025 pukul 14.25 WIB di RS Universitas Tanjungpura (Untan), setelah menjalani perawatan intensif akibat cedera parah di bagian kepala.

Kasusnya saat ini sedang ditangani oleh unit Jatanras Polresta Pontianak (Kejahatan dengan Kekerasan). Sudah dilakukan outopsi di RS Bhayangkara dan menunggu hasil dari pemeriksaan dokter.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Pontianak Post, Rio diduga mengalami benturan keras di kepala pada Sabtu (12/7) di area aktivitas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kampus.

Rio dibawa ke RS Untan dan dirawat di ICU sejak Sabtu, 12 Juli, hingga akhirnya berpulang pada hari Kamis, 17 Juli. Otopsi dilakukan pada hari yang sama di RS Bhayangkara dan jenazah langsung dimakamkan oleh pihak keluarga setelahnya.

Kasus ini mencuat setelah ibu korban, Sri Azizah menduga kejadian yang menimpa terhadap anaknya tidak wajar.

"Ketika saya menjenguk dan melihat langsung kondisi anak saya di rumah sakit, saya menemukan luka yang tidak wajar. Kalau hanya terjedut ketiang, kok bisa sampai retak tengkoraknya dibagian belakang telinga," tuturnya.

Sri Azizah menceritakan pertama kali mendapat kabar dari teman kampusnya, bahwa anaknya dalam kondisi kritis dan dirawat di RS Universitas Tanjungpura pada Minggu 13 Juli 2025 sore. "Katanya Rio sakit karena kepalanya terjedut tiang di lingkungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kampus," tuturnya.

Atas kejadian tersebut, lanjut Sri Azizah, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk membuat laporan resmi ke kepolisian.

"Kita berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas peristiwa ini," tuturnya. (sti)

Editor : Miftahul Khair
#kematian #rektor #mahasiswa #IAIN Pontianak #respons #kasus