Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Fakta-fakta Rio Fanderi Mahasiswa IAIN Pontianak yang Meninggal Dunia di Kampus, Dikenal Baik dan Religius

Siti Sulbiyah • Selasa, 22 Juli 2025 | 17:14 WIB
Almarhum Rio Fanderi, mahasiswa IAIN Pontianak yang meninggal dunia di kampus.
Almarhum Rio Fanderi, mahasiswa IAIN Pontianak yang meninggal dunia di kampus.

PONTIANAK POST - Kepergian tragis Rio Fanderi, mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Pontianak, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan rekan-rekan seorganisasi.

Dua hari sebelum ulang tahunnya yang ke-24, Rio meninggal dunia setelah diduga mengalami benturan di lingkungan kampus. Berikut fakta-fakta tentang kematian Rio Fanderi.

Meninggal Dua Hari Sebelum Ulang Tahun

Rio merupakan mahasiswa IAIN Pontianak Fakultas Syariah Prodi Hukum Keluarga Islam Angkatan 2021. Sulung dari tiga bersaudara ini lahir pada 19 Juli 2001. Dengan begitu, dua hari setelah wafat harusnya ia merayakan ulang tahunnya yang ke 24.

Ketua Koordinator Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) IAIN Pontianak, Qomaruzzaman menceritakan kejadian beberapa hari sebelum Rio mengalami insiden yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit.

Kejadian yang menimpa Rio terjadi pada Sabtu, 12 Juli 2025 dini hari di kawasan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kampus. Kepalanya diduga terbentur benda keras.

“Ia sempat ikut sidang. Kebetulan saya ini dosen pembimbingnya,” tuturnya.

Pada hari Jumat, atau satu hari sebelum kejadian, Rio diketahui salat di luar masjid kampus. Alasannya, ia ingin mencari masjid yang ada makan siang gratisnya.

Kematian Rio menyisakan luka mendalam bagi Qomaruzzaman. Keduanya juga sering bertemu di kantor PKBH IAIN Pontianak untuk suatu pekerjaan. Baginya, Rio adalah adik.

Di matanya, sosok Rio adalah anak yang ceria dan baik hati. Rio juga sosok yang amat berbakti kepada orang tua. “Dia ini tidak mau merepotkan orang tua,” ucapnya.

Tetap Diwisuda

Meski telah wafat, Rio yang sudah menyelesaikan sidang skripsinya akan tetap diwisuda. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris PKBH IAIN Pontianak, Vinna Lusiana. “Ya Agustus nanti dia (Rio, red) wisuda,” katanya.

Vinna memastikan pihaknya sejak awal telah mengawal kasus Rio, mulai dari pelaporan ke polisi, otopsi, hingga saat ini.

Pihaknya pun hingga kini masih menunggu hasil otopsi dan pemeriksaan digital dari HP almarhum. Menurutnya ada data dan percakapan yang hilang dan itu bagian dari penyelidikan yang sedang berjalan.

Saat ini PKBH IAIN Pontianak juga telah mengurus surat kuasa agar pendampingan hukum berjalan lebih maksimal. Hal ini dilakukan agar akses komunikasi antara keluarga korban dengan kepolisian dan rumah sakit tetap terbuka.

Dipanggil Pesut

Fariansyah, teman sekaligus senior Rio menilai ia adalah pribadi yang hangat, religius, dan penuh semangat. Rio juga dikenal sangat berbakti dengan orangtuanya.

“Selama saya kenal dia, almarhum itu qori, anak yang baik, ramah, sering duduk di depan sekretariat. Dia juga suka berdiskusi soal organisasi,” kenangnya.

Fariansyah, adalah teman sesama organisasi pencinta alam (Mapala IAIN). Di organisasi ini, Rio kerap disapa pesut. “Pesut itu nama panggilannya (Rio,red),” tuturnya.

Ia pun menjadi salah satu orang terakhir yang sempat bersama almarhum sebelum kondisinya memburuk. Ia sempat beristirahat di sebelah almarhum. Ia juga yang mengantarkan ke rumah sakit ketika kondisi Rio memburuk.

Kini, kasus meninggalnya Rio tengah diselidiki oleh Unit Jatanras Polresta Pontianak. Dugaan sementara, almarhum mengalami benturan keras di kepala saat berada di lingkungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kampus.

Otopsi telah dilakukan di RS Bhayangkara, dan hasil pemeriksaan medis masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti luka yang dialaminya. Jenazah Rio telah dimakamkan oleh pihak keluarga usai proses otopsi. (sti)

Editor : Miftahul Khair
#kampus #tragis #meninggal #Dikenal #pontianak #mahasiswa #IAIN #diselidiki polisi