PONTIANAK POST - Generasi Z di Kalimantan Barat bersiap menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan kefasihan berbahasa Inggris mereka melalui ajang bergengsi KEDCOMP 2025 atau Khatulistiwa English Debating Competition.
Kompetisi yang digelar oleh UKM POWERS Politeknik Negeri Pontianak ini akan berlangsung selama dua hari, 23–24 Agustus 2025, di kampus Polnep Pontianak.
Mengusung tema “The Technological Era: Will Gen Z's Mental Health Guarantee the Future”, KEDCOMP 2025 ingin mengajak peserta untuk lebih sadar akan tantangan kesehatan mental yang dihadapi generasi muda di tengah pesatnya kemajuan teknologi.
Tagline yang diangkat “With Awareness, We Begin: With Struggle, We Rise,” menegaskan pentingnya kesadaran dan perjuangan dalam menghadapi era digital yang serba cepat.
Menurut Ketua Panitia Tri Andika KEDCOMP 2025 terbuka bagi seluruh siswa dan siswi aktif tingkat SMA/SMK/MA sederajat se-Kalimantan Barat. Setiap sekolah dapat mengirimkan tim yang terdiri dari dua orang peserta, serta satu pelatih atau pembimbing. Kompetisi ini menggunakan British Parliamentary System, setiap debat melibatkan empat tim yang saling beradu argumen dengan format terstruktur.
“Tidak hanya menguji kemampuan berbahasa Inggris, ajang ini juga bertujuan untuk mengembangkan potensi akademik siswa di bidang bahasa dan berpikir kritis, meningkatkan kemampuan komunikatif dalam Bahasa Inggris, elatih penyampaian argumen secara logis dan sistematis, serta menumbuhkan budaya diskusi yang sehat dan konstruktif di kalangan pelajar,” jelas Tri Andika.
Untuk teknis pelaksanaanya lanjut Tri, hari pertama kompetisi dimulai pukul 06:30 WIB dengan pendaftaran peserta, dilanjutkan tiga babak penyisihan, dan ditutup dengan pengumuman semifinalis pada pukul 14:50 WIB. Hari kedua akan menjadi puncak kompetisi, peserta terbaik akan bertarung di babak semifinal dan final.
Dalam setiap babak, peserta akan menerima mosi dadakan (impromptu motion) dan memiliki waktu 15 menit untuk menyusun strategi argumentasi. Masing-masing pembicara mendapatkan waktu 7 menit 15 detik, dengan sesi interupsi atau Point of Information (POI) dibuka antara menit ke-2 hingga ke-6.
Debat akan dinilai oleh dewan juri profesional berdasarkan tiga aspek utama: argumentasi (40%), gaya berbicara (40%), dan strategi debat (20%). Delapan tim terbaik dari babak penyisihan akan melaju ke semifinal, dan empat tim terbaik akan bertanding di babak final.
Setiap peserta akan menerima sertifikat dan goodie bag, sementara tim pemenang akan mendapatkan penghargaan khusus pada hari kedua. Tak hanya mengutamakan kompetisi, KEDCOMP juga menanamkan pentingnya sportivitas, kerjasama tim, serta kepatuhan terhadap aturan.
Mulai dari ketepatan waktu, larangan penggunaan alat komunikasi selama debat, hingga kewajiban mengenakan seragam sekolah. Untuk penyerahan hadiah dan pengumuman juara akan berlangsung hingga pukul 13:55 WIB.
Panitia berharap, melalui kegiatan debat ini UKM POWERS Polnep tak hanya mencetak ajang prestisius, tetapi juga mewujudkan program kerja yang memberi dampak nyata bagi komunitas. Karena KEDCOMP 2025 menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membangun ruang intelektual yang sehat dan produktif di kalangan pelajar Kalimantan Barat.
“Dengan semangat kolaborasi, kompetisi ini menjadi wadah bagi pelajar untuk menyuarakan gagasan mereka terkait isu global yang kian relevan: teknologi dan kesehatan mental. Di tengah tantangan zaman, KEDCOMP 2025 hadir sebagai bukti bahwa generasi muda Kalbar siap menjawab masa depan dengan kesadaran, perjuangan, dan kemampuan berpikir yang tajam,” harap Tri. (vie)
Editor : Miftahul Khair