Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemprov-Dewan Kalbar Tegaskan Tak Ada Transmigrasi Baru ke Kalbar: Fokus pada Revitalisasi Kawasan

Deny Hamdani • Selasa, 29 Juli 2025 | 17:39 WIB
Ermin Elviani, Anggota Komisi V DPRD Kalbar.
Ermin Elviani, Anggota Komisi V DPRD Kalbar.

PONTIANAK POST – Anggota Komisi V DPRD Kalbar, Ermin Elviani, menegaskan bahwa isu kedatangan para transmigran baru ke Kalimantan Barat (Kalbar) yang sempat memicu keresahan masyarakat dipastikan tidak benar. Itu setelah Komisi V menggelar rapat Bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalbar, Selasa (28/7) siang.  

Menurut Ketua DPD Demokrat Kalimantan Barat ini, hasil rapat menyatakan bahwa tidak ada rencana mendatangkan transmigran baru ke Kalbar. Program yang sedang berjalan adalah revitalisasi kawasan transmigrasi lama untuk meningkatkan kualitas hidup warga setempat.

"Jadi, dari hasil rapat, dipastikan tidak ada transmigrasi baru di Kalbar. Yang ada hanya program revitalisasi," ucap Ermin.

Dia menyebutkan bahwa program revitalisasi ini bertujuan memperbaiki kawasan transmigrasi yang sudah ada, seperti penyediaan fasilitas pendidikan, perbaikan jalan, dan sanitasi. Pemerintah Pusat telah mengucurkan dana sebesar Rp 8 miliar untuk mendukung program ini.  

Sementara, Sekretaris Disnakertrans Kalbar, Muhaimenon, menekankan bahwa program ini hanya melibatkan warga lokal, bukan pemindahan penduduk antar pulau.

"Tidak ada pemindahan penduduk ke Kalbar. Yang ada adalah program Trans Pugar, yaitu pembangunan ulang untuk warga transmigran yang sudah menetap di sini,"jelasnya.  

Irwan Suhandar, Kepala Bidang Penataan Kawasan dan Pembangunan Transmigrasi Kalbar, menjelaskan bahwa dana Rp8 miliar akan digunakan untuk pembangunan dan perbaikan jalan,  peningkatan infrastruktur dasar dan pembangunan fasilitas sanitasi, seperti WC umum  

Ia juga membantah isu terkait tautan pendaftaran transmigrasi di website Kementerian yang sempat viral. "Tautan itu bukan untuk membuka Kalbar sebagai lokasi transmigrasi baru, melainkan hanya survei respons masyarakat," jelas Irwan.  

Ermin Elviani berharap klarifikasi ini mengakhiri polemik yang beredar. Ia mengajak seluruh pihak bersinergi memajukan Kalbar. "Kita harus bersatu padu membangun Kalimantan Barat secara bersama-sama," pungkasnya.  

Dengan penegasan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi khawatir dengan isu transmigrasi baru dan mendukung program pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan warga lokal. (den)

Editor : Miftahul Khair
#Baru #revitalisasi #kawasan #kalbar #transmigrasi #dprd #pemprov