PONTIANAK POST – Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pengurangan sampah plastik, BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menggelar kegiatan employee volunteering bertajuk “Zero Waste”. Aksi ini dilaksanakan untuk mendukung Surat Edaran (SE) Nomor 43 Tahun 2024 tentang Pengurangan Penggunaan Kemasan Plastik Sekali Pakai di lingkungan instansi pemerintah.
Pada kegiatan yang digelar Senin (28/07) ini, para pegawai BPJamsostek secara sukarela turun langsung ke tengah masyarakat di sekitar Taman Gulis, Kota Pontianak. Mereka membagikan tas belanja ramah lingkungan sebagai ajakan nyata untuk beralih dari penggunaan kantong plastik sekali pakai. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang edukasi publik, tetapi juga menjadi wujud nyata penerapan prinsip sustainability dalam operasional BPJamsostek.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak, Suhuri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program employee volunteering yang rutin dilakukan sebagai perwujudan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
“Keterlibatan aktif para pegawai di kegiatan seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran, kepedulian, dan menjadi agen perubahan — baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” kata Suhuri.
Suhuri menambahkan bahwa gerakan “Zero Waste” adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar jika dijalankan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama meninggalkan kantong plastik dan beralih ke tas ramah lingkungan. Ini adalah bentuk kontribusi sederhana yang dapat membawa dampak besar bagi lingkungan hidup,” jelasnya.
Surat Edaran Nomor 43 Tahun 2024 yang menjadi dasar kegiatan ini menegaskan peran penting instansi pemerintah dalam menggerakkan perubahan. Di dalamnya mencakup larangan penggunaan botol plastik sekali pakai dalam kegiatan rapat, serta imbauan untuk menggunakan produk-produk yang dapat digunakan ulang dalam berbagai aktivitas kedinasan.
BPJamsostek pun menegaskan komitmennya dalam menghadirkan berbagai inisiatif berkelanjutan yang selaras dengan pembangunan hijau dan lingkungan hidup yang sehat. Hal ini juga menjadi bagian dari penerapan nilai-nilai ESG (Environmental, Social, and Governance) yang telah terintegrasi dalam strategi dan budaya organisasi. (mse)
Editor : Hanif