PONTIANAK POST - Kecintaan Lolo pada alat musik gitar sejak kecil, membuatnya melakukan banyak eksperimen tentang gitar. Baru-baru ini, dia berhasil membuat gitar listrik custom headless (gitar buntung).
Selain spesifikasi gitar dibuat mirip dengan produksi pabrikan seharga 60 jutaan, untuk body gitarnya menggunakan serat kayu dari pohon mangga. Hasil suara dan kenyamanan gitar tersebut, rupanya tak kalah dengan buatan pabrik gitar profesional
Lolo tengah sibuk menservis gitar konsumen yang rusak. Bermacam tipe, mulai gitar akustik, gitar listrik, bass hingga keyboard. Selain membuka jasa rekaman dan mengajar musik yang sudah lama dilakoninya, diketahui beberapa tahun ini Heri nama aslinya juga membuka servis perbaikan semua alat musik hingga perbaikan mixer digital dan efek gitar.
Pantauan ruang kerja perbaikan alat musik itu kombinasi. Di meja kerjanya, sebagian berjejer peralatan elektronik, perkakas hingga peralatan pres kayu buat mebel.
“Ini semua untuk perbaikan alat musik. Sebab kerusakan alat musik kadang macam-macam. Biasanya pick up gitar, kadang juga fret kadang juga gagang gitar yang tak lagi presisi karena sudah digunakan begitu lama. Sehingga butuh banyak alat untuk memperbaikinya,” ujarnya kepada Pontianak Post.
Dijelaskan dia, baru-baru ini, dirinya baru selesai membuat satu gitar custom headless (gitar buntung). Gitar itu dibuatnya dalam waktu tiga bulan. Proses pengerjaan tiga bulan itu dikarenakan dirinya tidak fokus.
“Gitar ini dikerjakan sambilan. Ketika tidak ada servisan alat musik, waktu lowong ngajar dan tidak ada band masuk dapur rekaman, baru saya kerjakan sedikit-sedikit,” ungkapnya.
Untuk spesifikasinya, sengaja dibuat semirip mungkin dengan gitar asli. Bukan hanya body saja yang mirip, tetapi spesifikasi yang ada disemua gitar aslinya disamakan Lolo. Bahkan kata dia, untuk beberapa part yang dipasang di gitar buatannya justru harganya lebih mahal dari gitar asli pabrikan. Namun untuk harga, jelas gitar aslinya begitu mahal.
“Gitar asli itu harganya mau 40 sampai 60 juta. Kalau replika saya tak sampai segitu biayanya. Bahkan ini juga sudah ada yang tawar. Teman-teman dari kolektor gitar, ada yang nawar 10 hingga 15 juta. Belum saya lepas,” ungkapnya.
Lebih dalam kata dia, terdapat beberapa part yang beda di gitar ini dengan headless pabrikan. Di gitar buatannya, Lolo menggunakan serat kayu pohon mangga untuk body gitar bagian depan. Penggunaan body gitar dari kayu pohon mangga karena seratnya bagus. Setelah gitar ini jadi pun, juga tidak mempengaruhi kualitas dari suara gitar ini.
Untuk jenis kayu kata dia, Lolo sudah beberapa kali melakukan eksperimen. Menurutnya, untuk body gitar, mau jenis kayu apapun bisa dipakai. Namun untuk gagang gitar memang harus menggunakan kayu-kayu musikal. Seperti jenis maple, mahogany, koa, basswood dan ebony.
“Saya pernah coba pakai kayu belian. Jadi memang, tetapi sekali saya coba, kualitas suaranya tidak keluar,” ungkapnya.
Saat ini, Lolo juga menerima pesanan gitar berbagai tipe. Mulai dari tipe gitar stratocaster, telecaster, Ibanez hingga gitar buntung ini.
“Kita buatkan sesuai tipe yang dimau konsumen. Termasuk sparepart gitarnya, mau pakai yang harga murah sampai mahal bisa dibuatkan. Kita menyesuaikan dananya. Harganya mulai dari satu juta ke tas,” ujarnya.
Ditanya apakah memiliki rencana untuk mematenkan merek gitar buatan tangannya, sejauh ini masih dipikirkan. “Mungkin mereknya HL gitar. Sesuai nama panggilan saya yang dikenal di kalangan musik Kalbar. Kepanjangan dari Heri Lolo,” ujarnya sambil menyesap kopi hitam.(iza)
Editor : Hanif