PONTIANAK POST — Dua jenis tumbuhan mangrove yang sangat langka di dunia dan terancam punah, yakni Bruguiera hainesii dan Kandelia candel terdapat di Kalimantan Barat. Gubernur Kalbar, Ria Norsan menyatakan kondisi ini menjadi tanggung jawab besar.
“Kondisi ini (adanya dua tumbuhan mangrove langka di dunia) menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar,” ujar Norsan saat Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove Provinsi Kalimantan Barat, yang digelar bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq di Hotel Aston Pontianak, Jumat (8/8) lalu.
International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyebutkan Bruguiera hainesii termasuk dalam kategori Critically Endangered (kritis), yang berarti sangat terancam punah. Tumbuhan yang masuk dalam famili Rhizophoraceae ini mempunyai akar lutut (knee roots) dan daun yang lebat dan bunga berwarna merah tua atau merah jambu. Hanya terdapat di beberapa lokasi di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Indonesia.
Begitu pula Kandelia candel yang juga masuk dalam family Rhizophoraceae ini, menjadi jenis mangrove yang dilindungi. Tumbuhan ini dengan akar tunjangnya, berperan penting dalam mencegah abrasi dan intrusi air laut, serta menjadi tempat tinggal bagi berbagai jenis hewan dan tumbuhan di wilayah pesisir.
Menurut Norsan, mangrove di wilayahnya tidak hanya memiliki luas yang signifikan, tetapi juga kaya akan jenisnya, yakni mencapai 40 spesies, termasuk Bruguiera hainesii dan Kandelia candel yang sangat langka di dunia tersebut. Dia pun menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove.
Program penghijauan mangrove di Mempawah telah mendapat perhatian sejak beberapa tahun terakhir. Dukungan datang dari berbagai pihak, mulai dari NGO hingga program CSR perusahaan swasta dan BUMN di Kalbar.
“Mangrove mampu menjaga pantai agar tidak tergerus ombak, menghijaukan kembali pesisir, sekaligus menjadi rumah bagi berbagai jenis satwa,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi warisan alam bagi generasi mendatang.
“Mari kita jaga lingkungan supaya tetap hijau, agar anak cucu kita kelak merasakan manfaatnya,” imbau Norsan. (mse)
Editor : Hanif